JAKARTA - Pemerintah terus memperkuat program hilirisasi industri sebagai bagian dari upaya transformasi ekonomi nasional, langkah ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah, memperluas lapangan kerja, serta memperkuat daya saing industri dalam negeri di tengah tantangan ekonomi global yang dinamis.
Salah satu wujud konkret dari kebijakan tersebut adalah pembangunan pabrik melamin di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Jawa Timur, dimana proyek ini dikembangkan oleh PT GEABH Joint Technology dan disebut-sebut sebagai fasilitas pertama sekaligus terbesar di Indonesia
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, proyek itu memiliki nilai investasi sekitar 600 juta dolar AS dan menjadi bagian dari pengembangan industri hilir berbasis gas alam.
Melalui proyek ini, gas alam akan diolah menjadi amonia cair yang selanjutnya dikembangkan menjadi produk turunan seperti urea, melamin dan amonium nitrat yang memiliki nilai tambah tinggi.
Produk-produk tersebut diharapkan dapat mendukung berbagai sektor strategis antara lain pertanian, industri kimia, serta manufaktur, sekaligus membuka peluang ekspor dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.
Selain itu, proyek ini juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan aktivitas ekonomi di kawasan sekitar.
"Pemerintah Indonesia tetap berkomitmen untuk memastikan iklim investasi yang kondusif. Kami akan terus memberikan dukungan dan insentif yang diperlukan agar PT GEABH Joint Technology serta seluruh investor di KEK ini dapat tumbuh dan berkembang secara optimal," ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat, 10 April.
Pembangunan pabrik melamin tersebut merupakan bagian dari pengembangan kawasan industri terintegrasi di Kawasan Ekonomi Khusus Gresik yang terus menunjukkan kinerja positif dalam menarik investasi strategis.
Adapun hingga akhir tahun 2025, total investasi kumulatif di KEK secara nasional telah mencapai sekitar 19,7 miliar dolar AS, dengan kontribusi signifikan dari KEK Gresik yang mencapai sekitar 6,1 miliar dolar AS atau sekitar 31 persen dari total investasi KEK nasional.
Kinerja investasi tersebut turut didukung oleh stabilitas makroekonomi nasional yang tetap terjaga dimana pada tahun 2025, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,11 persen, didorong oleh konsumsi domestik yang kuat, peningkatan investasi, serta kinerja ekspor yang solid.
Selain itu, realisasi investasi pada triwulan IV tahun 2025 juga mencatat pertumbuhan sebesar 9,7 persen (year-on-year) dengan nilai mencapai 29,2 miliar dolar AS.
Adapun, KEK Gresik sebagai salah satu KEK prioritas nasional memiliki peran strategis dalam mendorong hilirisasi industri dan peningkatan ekspor.
Kawasan ini juga berkontribusi besar terhadap perekonomian daerah, di mana sektor manufaktur di Jawa Timur menyumbang sekitar 31,32 persen terhadap perekonomian, sementara di Kabupaten Gresik kontribusi sektor manufaktur mencapai 52,58 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
BACA JUGA:
Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, pengembangan KEK Gresik juga memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, hal ini tercermin dari penurunan tingkat pengangguran dari 8 persen menjadi 5,47 persen dalam lima tahun terakhir serta peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari 76,98 pada tahun 2021 menjadi 79,69 pada tahun 2025.