Bagikan:

JAKARTA - Danantara Indonesia mengungkap alasan dominasi perusahaan asal China dalam proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste-to-Energy (WtE) di Indonesia.

Dari delapan perusahaan pemenang tender, enam di antaranya berasal dari China.

Managing Director Stakeholders Management & Communications Danantara Indonesia Rohan Hafas mengatakan, salah satu faktor utama adalah kesamaan karakteristik sampah antara Indonesia dan China, yang umumnya masih tercampur dan belum dipilah.

“Jadi mereka bagus karena sampahnya sejenis kita. Banyak, ada bantal-guling juga di dalam situ, kurang lebih seperti itu,” ujar Rohan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 9 April.

Menurut Rohan, teknologi yang dimiliki perusahaan China mampu mengolah berbagai jenis sampah secara langsung tanpa memerlukan proses pemilahan terlebih dahulu.

“Jadi pabriknya itu desainnya telan semua. Dengan energi panas sekian, lumer semua lah itu sampah, yang basahnya ikut langsung kering,” katanya.

Tak hanya itu, aspek efisiensi juga menjadi pertimbangan penting dalam penetapan pemenang tender.

Rohan menilai, teknologi dari perusahaan China memiliki rasio optimal antara proses pembakaran sampah dan energi listrik yang dihasilkan.

“Secara teknis juga mereka, rasio antara bakar sama dapat energinya itu cukup bagus,” tuturnya.

Selain itu, keunggulan juga terlihat dari hasil pengolahan yang dinilai lebih bersih.

Director of Investments Danantara Investment Management Fadli Rahman menjelaskan, teknologi insinerator yang digunakan mampu menyaring emisi secara berlapis.

“Setelah pembakaran pun itu kan ada uap-uap, ada abu, abu yang abu dasar maupun abu terbang. Itu akan ditangkap dan sisa dari abu tersebut akan disaring berkali-kali lipat, sehingga udaranya keluar itu justru akan lebih bersih dari mohon maaf, dari udara di beberapa lokasi kita,” ucap Fadli.

Sebagai informasi, enam perusahaan asal dari China yang menang tender, yakni Chongqing Sanfeng Environment Group Corp., Ltd, Wangneng Environment Co., Ltd, dan Zhejiang Weiming Environment Protection Co Ltd. Lalu, SUS Indonesia Holding Limited, China Conch Venture Holding Limited, dan PT Jinjiang Environment Indonesia.

Sementara, dua perusahaan lainnya adalah perusahaan asal Prancis yakni Veolia Environmental Services Asia Pte Ltd, dan perusahaan asal Jepang yakni Mitsubishi Heavy Industries Environmental and Chemical Engineering.