Bagikan:

JAKARTA - Di tengah dinamika industri energi, PT Sigma Energy Compressindo Tbk (SICO) menutup tahun buku 2025 dengan kinerja yang tumbuh signifikan dan pencapaian ini ditopang oleh ekspansi bisnis yang agresif serta strategi operasional yang semakin efisien.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026, perseroan melaporkan peningkatan pendapatan sebesar 38 persen menjadi Rp154,18 miliar, dengan laba usaha turut naik 17,5 persen menjadi Rp17,56 miliar, sehingga total aset tumbuh 9,2 persen menjadi Rp164,94 miliar.

Adapun, RUPST yang digelar pada 9 April 2026 juga menetapkan pembagian dividen sebesar Rp5 per saham, yang terdiri dari dividen interim Rp3 dan dividen final Rp2 per saham.

Wakil Direktur Utama SICO Benjamin Jordan Wangsaputera menyampaikan bahwa kinerja positif tersebut merupakan hasil dari implementasi strategi ekspansi yang lebih terarah serta peningkatan efisiensi operasional perusahaan.

Di tengah harga minyak global yang telah menembus 100 dolar AS per barel dan berdampak pada stabilitas energi nasional maupun global, SICO terus mengambil peran dalam mendorong peningkatan lifting migas melalui optimalisasi teknologi gas lift sebagai solusi efisien untuk menjaga keberlanjutan produksi.

“Kami melihat peluang di sektor energi, khususnya pada pemanfaatan gas suar (flare gas) yang lebih optimal. Di saat yang sama, kami tetap menjadi disiplin operasional agar pertumbuhan ini berkelanjutan,” ujar Benjamin dalam keterangannya, Kamis, 9 April.

Ke depan, ia menambahkan perusahaan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga berkomitmen pada efisiensi energi dan pengurangan emisi.

Selain itu, Benjamin menyampaikan SICO terus mengembangkan teknologi kompresi gas yang lebih efisien dan ramah lingkungan sebagai bagian dari dukungan terhadap transisi energi.

“SICO juga menghadirkan solusi yang tidak hanya relevan secara bisnis, tetapi juga selaras dengan kebutuhan transisi energi. Itu sebabnya, kami terus mengembangkan teknologi kompresi gas yang lebih efisien dan ramah lingkungan,” ucapnya.

Untuk informasi, SICO dikenal sebagai penyedia teknologi GasJack Compressor, yaitu solusi pemanfaatan gas yang mampu mengurangi praktik gas flaring sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari gas yang sebelumnya terbuang.

Adapun inisiatif ini sejalan dengan tren global menuju energi yang lebih berkelanjutan, walaupun penerapan prinsip ESG (Environmental, Social, Governance) masih menjadi tantangan di industri energi, terutama dalam menjaga konsistensi di tengah tekanan bisnis.

Selain itu, ia menambahkan SICO juga menargetkan ekspansi di pasar domestik melalui perolehan kontrak baru serta pengembangan solusi energi terintegrasi lainnya.

“Kami optimistis, dengan fundamental yang ada dan arah strategi yang jelas, SICO dapat terus menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya

Benjamin menyampaikan di tengah dinamika geopolitik di Timur Tengah yang memengaruhi stabilitas energi global, SICO juga terus mendorong peningkatan produksi migas melalui optimalisasi teknologi gas lift sebagai solusi yang efisien dan berkelanjutan.