Bagikan:

JAKARTA - Badan Pengelola BUMN (BP BUMN) sedang menyiapkan lahan milik perusahaan pelat merah di lima kota besar dari Jakarta hingga Makassar untuk mendukung program 3 juta rumah. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari optimalisasi aset negara guna menyediakan hunian layak bagi masyarakat.

Kepala BP BUMN, Dony Oskaria mengatakan saat ini pihaknya sedang melakukan pemetaan detail terhadap lahan yang akan digunakan, sesuai dengan kebutuhan dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

“Kita sedang mapping jumlahnya sesuai dengan permintaan dari Pak Menteri PKP (Marurar Sirait). Itu di lima kota utama juga sedang kita lakukan. Insyaallah mudah-mudahan minggu depan itu sudah kita serahkan kepada Pak Menteri,” kata Dony usai melakukan kunjungan ke Rusunawa Cinta Kasih Tzu Chi di Jakarta Barat, Minggu, 5 April.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut yakni Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait; Wakil Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Sugianto Kusuma alias Aguan; Plt Direktur Utama Perumnas, Imelda Alini Pohan; dan Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin.

Kata Dony, lima kota yang menjadi prioritas awal meliputi Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, dan Makassar. Selain itu, pemerintah juga akan memperluas pemetaan ke kota lainnya.

“Ini yang lima dulu, kemudian nanti ada Semarang yang akan kita aturkan juga,” katanya.

Di Jakarta, sejumlah lokasi yang tengah disiapkan antara lain Manggarai, Jakarta Kota, Senen, hingga Tanah Abang. Mayoritas lahan tersebut merupakan aset milik PT Kereta Api Indonesia (Persero), sementara untuk lahan di wilayah Senen dimiliki oleh PT Angkasa Pura Indonesia.

Tak hanya di pusat kota, pemerintah juga memprioritaskan pengembangan hunian di wilayah penyangga ibu kota seperti Bogor, Tangerang, dan Banten. Upaya ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan hunian masyarakat di kawasan perkotaan dan sekitarnya yang terus meningkat.

“Kita melakukan benchmark tentunya beberapa model yang kita harapkan nanti kita bisa sediakan untuk masyarakat sesuai dengan program dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta program dari Pak Presiden Prabowo,” tutur Dony.

Dalam pengembangannya, sambung Dony, pemerintah akan mengadopsi konsep hunian terintegrasi seperti yang diterapkan di Rusunawa Cinta Kasih Tzu Chi, hasil kolaborasi antara Perum Perumnas dan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.

Dony bilang untuk membangun seperti Rusunawa itu, diperkirakan membutuhkan lahan sekitar 5 hektare (ha). Sebab, model hunian tersebut tidak hanya menyediakan tempat tinggal, tetapi juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti sekolah, rumah sakit, taman bermain, rumah ibadah, hingga area usaha bagi pelaku UMKM.

“Inilah contoh model yang akan kita aplikasikan nantinya ke depan untuk pengembangan dan pembangunan hunian-hunian dalam rangka memenuhi program pemerintah untuk 3 juta rumah bagi masyarakat Indonesia,” kata Dony.