Bagikan:

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bakal rebound pada perdagangan hari ini, Rabu, 1 April. Phintraco Sekuritas dalam risetnya menyebut IHSG bakal bergerak pada rentang resistance 7.200, pivot 7.100, dan support 7.000.

Phintraco Sekuritas menjelaskan, IHSG kemarin ditutup melemah 0,61 persen ke level 7.048,22. Sektor transportasi mencatatkan koreksi terbesar (4,6%), sedangkan sektor barang konsumsi primer membukukan penguatan terbesar (1,48%).

Menurut Phintraco Sekuritas, IHSG kemarin sempat menguat di awal sesi, namun kembali mengalami koreksi yang diduga karena investor cenderung merealisasikan keuntungan dalam jangka pendek di tengah kondisi ketidakpastian yang masih tinggi.

Phintraco Sekuritas menambahkan, rupiah ditutup melemah 0,23 persen di level Rp17.041 per dolar AS di pasar spot, kemarin. Untuk itu, Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG hari ini rebound karena sentimen positif dari ekspektasi akan de-eskalasi di Timur Tengah.

“Diperkirakan IHSG hari ini akan menguji level resistance di 7.100-7.200,” tulis Phintraco Sekuritas.

Phintraco Sekuritas menyebut, Menteri Sekretaris Negara menyatakan bahwa Pertamina tidak akan menaikkan BBM subsidi dan nonsubsidi, setelah sebelumnya beredar perkiraan kenaikan harga BBM nonsubsidi pada 1 April 2026.

Sementara itu, lanjut Phintraco Sekuritas, pemerintah secara resmi mengumumkan pelaksanaan WFH bagi ASN di instansi pemerintahan pusat dan daerah tiap hari Jumat yang berlaku mulai 1 April 2026. Kebijakan ini akan ditinjau dalam dua bulan ke depan.

“Pemerintah juga mempercepat penerapan B50 untuk meningkatkan kemandirian energi. Selain itu adanya kebijakan efisiensi anggaran di kementerian/lembaga dengan potensi efisiensi mencapai Rp 121 triliun hingga Rp130 triliun,” jelas Phintraco Sekuritas.

Phintraco Sekuritas mengatakan, investor juga menantikan sejumlah data ekonomi domestik yang akan dirilis hari ini, yaitu indeks Manufacturing PMI bulan Maret diperkirakan melambat menjadi 51,2 dari 53,8, yang kemungkinan karena adanya hari libur hari raya keagamaan.

Sementara itu, neraca perdagangan bulan Februari diperkirakan membukukan surplus sebesar 1,2 miliar dolar AS, meningkat dari 0,9 miliar dolar AS di Januari 2026. Sedangkan inflasi Maret diperkirakan menjadi 0,3 persen MoM dan 4,9 persen YoY dari 0,68 persen MoM dan 4,76 persen YoY di Februari 2026.

Phintraco Sekuritas merekomendasikan lima saham yang diprediksi bawa cuan hari ini, yaitu GJTL, EXCL, BKSL, AMRT dan INCO.