Bagikan:

JAKARTA - Pemerintah menggelar rapat koordinasi guna merumuskan kebijakan strategis, termasuk pengaturan work from home (WFH) dan efisiensi energi, sebagai respons terhadap dinamika ekonomi global.

Melalui unggahan di akun Instagram resmi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto terkait kebijakan ekonomi.

Ia menyebutkan bahwa berbagai isu strategis menjadi fokus pembahasan, di antaranya pengaturan WFH yang lebih adaptif, efisiensi anggaran yang tepat sasaran, penguatan kebijakan B50, serta langkah penghematan energi secara nasional.

"Dalam rapat ini dibahas berbagai langkah strategis, mulai dari pengaturan Work From Home secara adaptif, efisiensi anggaran yang lebih tepat sasaran, penguatan kebijakan B50, hingga usulan penghematan energi nasional," tulis akun resmi @airlanggahartarto_official.

Menurutnya, seluruh kebijakan tersebut dianalisis secara menyeluruh dengan mempertimbangkan dinamika global, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah.

Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut turut memengaruhi stabilitas energi, rantai pasok, serta perekonomian nasional, sehingga diperlukan respons kebijakan yang tepat.

"Seluruhnya dikaji secara komprehensif dengan mempertimbangkan perkembangan konflik di Timur Tengah dan ketidakpastian global yang berdampak pada stabilitas energi, rantai pasok, serta perekonomian nasional," tuturnya.

Lebih lanjut, Airlangga menyampaikan pemerintah memastikan bahwa setiap kebijakan dirancang secara terukur dan responsif guna menjaga stabilitas, memperkuat ketahanan nasional, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

"Pemerintah berkomitmen memastikan setiap kebijakan berjalan secara terukur dan responsif, guna menjaga stabilitas, memperkuat ketahanan nasional, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,"ungkapnya.