JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan di depan Presiden Prabowo Subianto bahwa inflasi Februari tidak setinggi angka headline 4,64 persen.
Dalam rapat kabinet di Istana Negara, Jumat, 13 Maret, Purbaya mengatakan inflasi riil hanya sekitar 2,59 persen setelah komponen subsidi listrik pada Januari-Februari tahun lalu dikeluarkan dari perhitungan.
“Kalau kita hilangkan data-data subsidi listrik bulan Januari-Februari tahun lalu, sebetulnya inflasi kita hanya sekitar 2,59 persen, Pak. Jadi kita masih aman untuk tumbuh lebih cepat lagi, ekonominya enggak kepanasan,” kata Purbaya.
Ia juga melaporkan Purchasing Managers’ Index manufaktur Indonesia pada Februari berada di level 53,8. Menurut Purbaya, angka itu menjadi salah satu yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir dan menunjukkan sektor manufaktur sedang menguat.
BACA JUGA:
Dari sisi permintaan, Purbaya menyebut Mandiri Spending Index berada di angka 360,7 dan trennya naik. Penjualan mobil pada Februari juga tumbuh 12,2 persen, berbalik dari posisi negatif tahun lalu. Penjualan ritel disebut naik ke level 6,9, sementara indeks keyakinan konsumen berada di angka 125,2.
“Supply, demand semuanya dalam keadaan sehat sampai dengan Februari,” ujar Purbaya.
Ia juga menepis anggapan bahwa ekonomi Indonesia sedang masuk resesi. Menurut Purbaya, data yang ada justru menunjukkan percepatan, baik dari sisi produksi maupun konsumsi.