JAKARTA - Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) resmi memulai Program nasional "Belanja di Indonesia Aja" (BINA) Lebaran 2026.
Berkolaborasi dengan platform e-commerce Lazada, program itu menargetkan nilai transaksi fantastis sebesar Rp53,38 triliun selama periode Ramadan dan Idulfitri 1447 H/2026.
Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah menjelaskan, program tersebut bertujuan memusatkan belanja masyarakat di dalam negeri guna memperkuat fundamental ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
Program yang berlangsung pada 6-30 Maret 2026 itu melibatkan lebih dari 400 pusat perbelanjaan dan 80.000 outlet di seluruh Indonesia.
"Melalui program BINA Lebaran 2026, lebih dari 400 pusat perbelanjaan dan sekitar 80.000 outlet di seluruh Indonesia menghadirkan berbagai promo menarik dengan potongan harga hingga 70 persen," ujar Budihardjo dalam keterangan tertulis, Selasa, 10 Maret.
Budihardjo menekankan, pentingnya integrasi antara sektor ritel dan pariwisata. Melalui sinergi dengan gerakan "Bangga Berwisata di Indonesia", Hippindo berharap peningkatan pergerakan pemudik dan wisatawan dapat berbanding lurus dengan pertumbuhan transaksi belanja domestik.
Meskipun terdapat kendala keterlambatan pasokan pada beberapa produk impor menjelang Lebaran, Budihardjo memastikan, ketersediaan stok produk lokal tetap terjaga.
Ia pun mendorong koordinasi lintas kementerian lebih kuat untuk menjaga kelancaran rantai pasok industri ritel.
BACA JUGA:
"Kami mendorong koordinasi lebih kuat antar kementerian dan lembaga, agar ketersediaan barang dapat terjaga dan momentum penjualan ritel pada periode seperti Ramadan, Imlek, Cap Go Meh dan Lebaran, dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional," ucapnya.
Senada dengan Budihardjo, Head of Government Affairs Lazada Indonesia Yovan Sudarma menyatakan, komitmennya dalam mendukung transformasi digital ritel offline. Kolaborasi itu diharapkan dapat menciptakan integrasi kanal lebih erat lewat pendekatan Online to Offline agar momentum konsumsi Lebaran lebih optimal.
"Kami mendukung brand dan UMKM lokal Indonesia memperluas jangkauan pasar melalui kapabilitas teknologi dan pendekatan berbasis data," terangnya.
Lazada meyakini, sinergi antara pemerintah, asosiasi dan pelaku industri melalui program BINA dapat meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal secara berkelanjutan, sekaligus menjadi benteng ekonomi terhadap gejolak pasar luar negeri.