Bagikan:

JAKARTA - Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) menargetkan transaksi belanja selama bulan Ramadan hingga Lebaran 2026 mencapai sekitar Rp50 triliun.

Wakil Ketua Umum Hippindo Fetty Kwartati mengatakan, angka target tersebut memperhitungkan nilai belanja pada 800 merek, 80 gerai dan lebih dari 400 mal anggota Hippindo di seluruh Indonesia.

"Ini memang sudah diprediksi akan meningkat dari tahun sebelumnya, meningkat sekitar 10-15 persen," ujar Fetty dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat, 13 Februari.

Fetty menyebut, target pencapaian itu merupakan bagian dari program Belanja di Indonesia Aja atau Bina Great Sale yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mulai 6 Maret hingga 30 Maret 2026.

Fetty menyebut, mal menjadi tempat yang sangat penting sebagai destinasi belanja bagi keluarga maupun tempat pertemuan. Pusat perbelanjaan juga menjadi etalase penjualan produk dari merek Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hingga global.

"Inilah integrasi wisata dan belanja yang semakin memperkuat daya tarik Indonesia," katanya.

Sementara itu, Ketua Bidang Program Promosi Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (DPP APPBI) Agung Gunawan bilang, asosiasi telah mempersiapkan secara operasional dan keamanan untuk menunjang kenyamanan pengunjung.

Para penyewa atau tenant juga telah diberitahukan agar menyiapkan program menarik untuk berbelanja barang atau makanan.

Potensi yang ada pada saat Lebaran adalah ramainya tempat makan pada saat menjelang buka puasa pada pukul 17.00 sampai 20.00. Kemudian setelah itu akan diramaikan kembali pada pukul 20.00 hingga 22.00.

"Kami juga mendorong setiap pusat perbelanjaan untuk menghadirkan rangkaian event tematik Ramadan yang mampu memberikan pengalaman belanja aman, nyaman, menyenangkan bagi masyarakat," terangnya.

Menurut Agung, momentum Ramadan dan Lebaran menjadi periode tertinggi transaksi bagi sektor ritel. Kolaborasi antara pelaku usaha dan pemerintah turut mendukung dampak positif pertumbuhan ekonomi nasional.