JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkap, kabar terbaru terkait rencana pembangunan tol di kawasan Lembah Anai, Sumatera Barat (Sumbar).
Dody bilang, pihaknya telah menugaskan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Hutama Karya (Persero) terkait rencana pembangunan tol tersebut.
Akan tetapi, dia bilang, saat ini pihaknya tengah membahas persyaratan teknis terkait pembangunan jalan tol itu.
"Rencana awalnya, sih, kami pakai Hutama Karya. Tapi, kan, ada beberapa persyaratan teknis nanti akan diatur oleh Direktur Jenderal Bina Marga bersama dengan Kepala BPJT," ujar Dody menjawab pertanyaan VOI saat ditemui di kantornya, Jumat, 6 Maret.
"Saya, sih, ikut arahan Pak Dirjen saja. Mau siapapun boleh, pokoknya yang penting cepat," tambahnya.
Menurut Dody, pembangunan ruas tol tersebut menjadi sangat krusial lantaran jalan nasionalnya rentan terkena longsor apabila diguyur hujan sekitar 4-5 jam.
"Jalan Nasional Lembah Anai itu, kan, sebetulnya kalau saya pribadi mengatakan sudah nggak layak. Karena tebingnya sudah naudzubillah min dzalik. Jadi kalau hujan deras 4-5 jam, sih, saya punya keyakinan bakal longsor lagi. Jadi, tol itu kayaknya sudah keniscayaan," kata dia.
"Kenapa harus tol? Karena memang trafiknya cukup bagus dan tinggi," sambungnya.
Meski begitu, Dody tak menampik pembangunan tol itu memang memiliki tingkat kesulitan cukup besar lantaran harus menembus terowongan Lembah Anai.
"Karena tingkat kesulitan cukup besar juga. Karena, kan, harus bobol terowongan itu," terang Dody.
Lebih lanjut, Dody menargetkan, pembangunan jalan tol itu bakal dimulai pada tahun ini. "Harusnya (pembangunan) mulai tahun ini dan itu sudah disetujui Pak Presiden. Karena pada saat meninjau itu, kami sudah sempat sampaikan dan Pak Presiden sudah bilang oke, kerjakan saja," pungkasnya.
Sebelumnya, rencana pembangunan tol di kawasan Lembah Anai, Sumbar, diungkap oleh Menteri PU pada pertengahan Desember 2025. Rencana pembangunan jalan tol itu diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan sekitar Lembah Anai.
Apalagi, Dody bilang, kondisi jalan di Lembah Anai yang menghubungkan Kota Padang dengan Bukittingi sangat memprihatinkan. Pasalnya, jalan itu sudah dihantam banjir bandang sebanyak dua kali, yakni pada 2024 dan 2025.
Hal itu diungkap Dody setelah kunjungan dirinya ke Sumbar untuk mengecek kondisi infrastruktur pascabanjir bandang akhir November 2025 lalu.
BACA JUGA:
"Lembah Anai itu, kan, sudah ada jalan nasional yang menghubungkan antara Padang ke Bukittinggi. Nah itu ada satu bukit yang sudah sangat terjal (botak), sehingga waktu saya kemarin kesana itu sudah sempat memerintahkan ke timnya Pak Dirjen Bina Marga untuk bukit ini diatensi. Itu bisa sebabkan banjir lagi nanti, kalau hujannya masih lebat," ucap Dody dalam media briefing Kesiapsiagaan Infrastruktur Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Auditorium Kementerian PU, Jakarta, Kamis, 18 Desember.
"Itu sebabnya kemudian kami berpikir, ya, sudah bikin jalan tol yang nembus bukit, itu sebagai bantuan supaya jalan di bawahnya, di Lembah Anai ini tidak terlalu crowded lagi," sambung dia.
Selain itu, Dody juga meminta untuk membuat jalan alternatif karena beban jalan yang melintasi Lembah Anai sudah sangat besar.