JAKARTA - Pemerintah tengah menyiapkan pembangunan jalan tol alternatif berupa terowongan di kawasan Lembah Anai, Sumatera Barat, pada akhir 2026 ini.
Hal tersebut merupakan solusi jangka panjang untuk menjaga konektivitas jalur strategis Padang–Bukittinggi yang kerap terdampak bencana.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan, ruas Lembah Anai saat ini telah kembali fungsional sejak 16 Desember 2025, meski masih dioperasikan secara terbatas dengan pengaturan waktu tertentu.
Pengoperasian terbatas itu dilakukan seiring dengan berlangsungnya pekerjaan penanganan dan pengamanan lereng di sepanjang trase jalan.
"Lembah Anai ini sudah fungsional sejak 16 Desember. Saya juga telah menginstruksikan agar ruas ini dapat kami permanenkan," ujar Dody dikutip dari keterangan resmi, Jumat, 30 Januari.
Dody bilang, fokus penanganan saat ini adalah memastikan ruas Lembah Anai dapat berfungsi secara optimal, terutama menjelang arus mudik Lebaran.
Dia menargetkan, ruas tersebut dapat beroperasi penuh selama 24 jam atau mulai H-7 Lebaran.
"Saya minta ruas fungsional ini pada H-7 Lebaran bisa beroperasi 24 jam. Nanti semua alat berat harus keluar supaya bisa berfungsi penuh," katanya.
Penanganan permanen ruas Lembah Anai ditargetkan selesai pada Juli 2026, dengan mempertimbangkan kondisi cuaca serta karakteristik wilayah rawan bencana.
Setelah penanganan permanen rampung, Kementerian PU akan melanjutkan tahapan perencanaan pembangunan jalan tol alternatif berupa terowongan yang menembus kawasan bukit Lembah Anai.
"Target permanen kami Juli 2026. Setelah itu, kami mulai menyiapkan rencana jalan tol melalui tunnel yang menembus bukit di kawasan ini," terangnya.
Menurut Dody, pembangunan jalan tol melalui terowongan dinilai mendesak karena Lembah Anai merupakan salah satu ruas terpadat sekaligus paling rawan bencana di Sumatera Barat.
Rencana pembangunan terowongan tersebut juga telah dikaji sejak 2017 dan sebelumnya pernah ditelaah oleh Japan International Cooperation Agency (JICA).
"Dari kajian tersebut, bukit ini dinyatakan kuat untuk menahan traffic lalu lintas," tutur Dody.
BACA JUGA:
Selain pembangunan jalan dan terowongan, Kementerian PU juga melakukan penanganan menyeluruh terhadap tebing-tebing rawan longsor di sepanjang trase.
Penguatan lereng dan pembangunan struktur pelindung dilakukan untuk memastikan infrastruktur dibangun memiliki ketahanan jangka panjang.
"Kalau kami menangani jalannya, tebingnya juga wajib ditangani. Kalau tidak, jalannya tidak akan bertahan lama. Semua penanganan ini akan kami permanenkan," imbuhnya.