Bagikan:

JAKARTA - Kementerian Perdagangan melepas ekspor 75 ton rumput laut jenis Eucheuma cottonii ke China melalui skema Sistem Resi Gudang (SRG) sebagai upaya memperkuat akses pasar komoditas Indonesia ke pasar global.

Pelepasan ekspor senilai 100.215 dolar AS atau setara Rp1,7 miliar tersebut dilakukan dari Gudang SRG PT Asia Sejahtera Mina (AsiaMina) di Maros, Sulawesi Selatan, pada Rabu, 4 Maret. Gudang tersebut merupakan satu dari tujuh gudang yang dikelola oleh PT Wahana Pronatural Tbk. (WAPO), yang aktif mengimplementasikan SRG untuk komoditas rumput laut.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, pemerintah terus mengoptimalkan peran SRG sebagai instrumen strategis untuk mendukung ekspor komoditas nasional sekaligus memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar internasional.

“Kemendag memberikan dukungan yang dapat dimanfaatkan pengelola SRG, koperasi, dan petani untuk memperkuat daya saing produk di tingkat produsen melalui program Desa BISA Ekspor (DBE),” katanya dalam keterangan resmi, Kamis, 5 Maret.

Melalui DBE, sambung Budi, produk unggulan seperti rumput laut yang diproduksi para petani atau nelayan di berbagai desa dapat disimpan di gudang SRG dan dijual ketika harga pasar menguntungkan.

Program DBE bertujuan untuk memperkuat ekosistem ekspor di desa melalui enam pilar strategi, yaitu penguatan sumber daya manusia ekspor, pengembangan produk, produktivitas dan teknologi, logistik, pembiayaan, serta promosi dan akses pasar.

Di tengah tantangan perdagangan global dan fluktuasi harga komoditas, pemerintah juga terus menempuh langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas perdagangan nasional sekaligus meningkatkan ekspor ke berbagai negara.

Menurut Budi, pemanfaatan SRG tidak hanya berfungsi sebagai instrumen tunda jual, tetapi juga membuka akses pasar yang lebih luas, menyediakan informasi terkait ketersediaan, sebaran, mutu, serta nilai komoditas, sekaligus meningkatkan kepercayaan dan keamanan dalam transaksi perdagangan.

Sementara itu, Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Tirta Karma Senjaya menyampaikan, nilai ekspor rumput laut Indonesia ke dunia pada 2025 mencapai 317,55 juta dolar AS dengan negara tujuan utama meliputi China, Amerika Serikat, Spanyol, Jepang, dan Belanda.

“SRG memiliki peran yang strategis dalam mendukung ekspor komoditas unggulan di berbagai wilayah Indonesia. Selain itu, pengelola gudang SRG memiliki peluang untuk meningkatkan kompetensi dan komunikasi, sehingga mampu memperluas akses pasar ekspor bagi produk yang mereka kelola,” ujar Tirta.

Direktur Utama PT Asia Sejahtera Mina Tbk., Indra Widiadarma, mengapresiasi dukungan Kemendag kepada pelaku usaha yang mengelola gudang SRG.

“Dukungan ini membuka peluang bagi pelaku usaha serta UMKM untuk menembus pasar ekspor melalui promosi dan pameran di luar negeri. Harapannya, SRG dapat terus mendukung eksportir melalui skema pembiayaan perbankan yang lebih kompetitif. Dengan dukungan tersebut, produk Indonesia semakin berdaya saing di kancah internasional dan ekspor nasional terus meningkat,” kata Indra.