JAKARTA - Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO BPI Danantara Rosan Roeslani mengaku dipanggil Presiden Prabowo Subianto ke Istana Kepresidenan Jakarta pada pukul 16.00 WIB. Namun hingga sebelum pertemuan dimulai, Rosan menegaskan belum mengetahui detail agenda yang akan dibahas.
“Enggak belum, saya hanya dipanggil aja jam 4 sore,” kata Rosan kepada wartawan di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, 4 Maret. Saat ditanya materi pertemuan, ia menjawab singkat, “Belum tahu, nanti setelah selesai saja ya karena pembahasannya nanti kan berjalan.”
Meski begitu, Rosan memberi gambaran arah pembahasan yang biasanya rutin dilakukan dengan Presiden. Ia mengatakan pemerintah terus “melihat” dan “mengkaji” situasi yang berkembang, termasuk dampaknya dari sisi investasi dan perekonomian. “Kita melihat, mengkaji semua situasi yang ada… kita mengkaji dampaknya mungkin dari segi investasi, kemudian juga dari segi perekonomian, dari segi-segi lainnya,” ujarnya.
BACA JUGA:
Ditanya lebih spesifik soal Upaya Danantara merespons eskalasi konflik global, Rosan menyebut hal itu juga akan masuk dalam kajian. Fokusnya, kata dia, tetap pada investasi dan ketahanan ekonomi. “Ya itu pasti ada pembahasan juga dari kita, kan kita akan kaji itu semua… dari segi investasi, dari segi ketahanan ekonomi dan lain-lain,” ucapnya.
Rosan juga tidak menutup kemungkinan gejolak global justru membuka ruang baru bagi Indonesia. Ia mengatakan setiap peristiwa bisa dilihat dari sudut berbeda. Bukan hanya risiko, tetapi juga peluang. “Dari angle apakah ini kita justru membuat ada opportunity baru, baik itu dari segi investasi, dari segi perdagangan,” ujarnya. Namun ia menegaskan kajian akan dilakukan secara menyeluruh karena kontribusi investasi terhadap perekonomian Indonesia besar.
Ia menambahkan, Presiden bersama jajaran ekonomi, termasuk Menteri Keuangan dan pejabat terkait, terus memantau agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga dan ekspor tidak terpukul. “Kita ini tetap menjaga pertumbuhan kita, kita juga tetap menjaga ekspor,” kata Rosani.