JAKARTA - PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mengumumkan keadaan kahar alias force majeur menyusul meletusnya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran sehingga menyebabkan ditutupnya Selat Hormuz.
Direktur Sumber Daya Manusia & Urusan Korporat, Suryandi mengatakan, penutupan selat Hormuz berdampak pada kelancaran distribusi bahan baku dalam rantai pasok.
"Perusahaan telah menyampaikan pemberitahuan force majeure kepada mitra usaha sesuai ketentuan kontraktual yang berlaku," ujarinya dalam keterangan kepada media, Rabu, 4 Maret.
Menurutnya, penyampaian ini merupakan langkah administratif yang dilakukan secara terukur, berdasarkan kajian menyeluruh atas potensi implikasi terhadap pemenuhan kewajiban kepada pelanggan, serta sebagai bentuk transparansi kepada seluruh pemangku kepentingan.
Ia juga memastikan TPIA secara aktif terus memantau perkembangan situasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang terus berkembang, dan mengambil langkah antisipatif untuk memastikan ketahanan operasional di seluruh unit bisnis.
BACA JUGA:
"Sebagai mitigasi, kami akan mengurangi tingkat operasional (run rates) di pabrik kami," sambung Suryandi.
Ia juga menyebut, saat ini pihaknya juga tengah melakukan koordinasi dengan pelanggan untuk memitigasi dampak dari hal ini.
"Dalam kondisi global yang dinamis ini, kami berkomitmen menjaga kesinambungan operasional , ketahanan bisnis serta terus mengevaluasi potensi dampak terhadap kegiatan usaha kami," tandas Suryandi.