JAKARTA - Lebih dari 1,5 juta jemaah calon haji dari luar negeri telah tiba di Arab Saudi untuk menjalankan ibadah Haji 2026.
Seorang pejabat Arab Saudi mengungkapkan, meski terjadi perang di Timur Tengah, jumlah jemaah calon haji internasional periode 2026 melebihi tahun sebelumnya.
“Jumlah total jemaah yang tiba dari luar negeri telah mencapai 1.518.153,” kata komandan Pasukan Paspor Haji Arab Saudi, Saleh Al-Murabba, dalam konferensi pers, dikutip dari AFP, Minggu 24 Mei.
Angka itu diperkirakan akan terus meningkat hingga hari ini, Minggu 24 Mei, seiring dengan terus berdatangnya jemaah dari luar negeri menjelang kegiatan resmi yang menandai dimulainya ibadah Haji pada hari Senin.
BACA JUGA:
Tahun lalu, jumlah total jemaah Haji dunia mencapai 1.673.320, termasuk 1.506.576 dari luar Arab Saudi.
Haji, salah satu dari lima rukun Islam, wajib dilakukan setidaknya sekali oleh semua Muslim yang mampu. Namun, pada 2026, penyelenggaraan ibadah Haji dibayangi perang di Timur Tengah.
Perang itu dipicu oleh serangan besar-besaran Amerika Serikat (AS) bersama Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026, berujung pada aksi balasan Iran terhadap sejumlah kawasan di Timur Tengah rumah bagi aset maupun infrastruktur militer AS, termasuk Arab Saudi yang menyebabkan gangguan lalu lintas udara yang meluas dan lonjakan biaya perjalanan.
Maskapai penerbangan utama di kawasan Timur Tengah seperti dari UEA, Qatar, dan Bahrain, telah berupaya untuk memulihkan sebagian besar kapasitas operasional mereka setelah berminggu-minggu penutupan wilayah udara dan pembatalan penerbangan imbas perang tersebut.
Terlepas dari konflik itu, jemaah terus berdatangan ke Arab Saudi untuk mengikuti ibadah Haji tahun ini.