Bagikan:

JAKARTA – Danantara Indonesia mempercepat rencana holdingisasi tiga maskapai pelat merah, yakni Garuda Indonesia, Citilink, dan Pelita Air. Konsolidasi ini ditargetkan rampung pada semester I-2026.

Managing Director Stakeholders Management Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, Rohan Hafas mengatakan, percepatan holdingisasi bersifat krusial di tengah keterbatasan pasokan pesawat secara global.

Hopefully ya segera ya di semester I-2026 ya, karena itu sangat krusial untuk mendapatkan extra income tanpa menambah pesawat,” kata Rohan dalam diskusi dengan media di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis, 26 Februari.

Rohan menjelaskan, penggabungan ini akan membentuk sistem terpadu mulai dari pemesanan tiket, pengelolaan poin loyalitas (mileage), hingga proses pendaftaran penumpang.

Menurut Rohan, integrasi tersebut memungkinkan pengalihan penumpang secara lebih fleksibel antar-maskapai dalam satu grup ketika terjadi kelebihan muatan, ketimbang harus melepasnya ke maskapai pesaing.

Di samping itu, Danantara juga menyoroti praktik saat ini di mana ketiga maskapai negara kerap melayani rute populer yang sama, namun tingkat keterisian kursi hanya sekitar 60 persen.

Melalui holdingisasi, frekuensi di rute-rute gemuk seperti Jakarta–Surabaya akan dirampingkan agar satu penerbangan dapat terisi optimal, menyerupai skema aliansi maskapai internasional.

“Mau beli pesawat sebetulnya, tapi pesawat itu di seluruh dunia antre siapapun, airline manapun, bisanya 7 tahun. Makanya nomor satu tadi merger dulu lebih bagus, digabung supaya jumlah armadanya itu efisien,” ujar Rohan.

Soal bentuk konsolidasi, Danantara masih mengkaji apakah ketiga maskapai akan dilebur menjadi satu entitas hukum (PT) atau cukup membentuk aliansi operasional.

Perhitungan mencakup aspek pajak, pembukuan, hingga kompleksitas penggabungan perusahaan.

“Karena itu harus berhitung ya, bukan sekadar gabung atau beraliansi. Karena itu masalah tax, masalah pembukuan, masalah menggabungkan itu nggak mudah,” tutur Rohan.

Rohan mengatakan sekalipun tetap berdiri sebagai entitas terpisah, Danantara berencana menyatukan sejumlah fungsi pendukung. Sistem perawatan (maintenance), layanan darat (ground handling), hingga pemanfaatan kru pesawat akan diarahkan berada dalam satu ekosistem bersama.

“Jadi keputusannya itu berdasarkan hasil akhirnya, efisiensinya di mana, berapa, yang mana yang lebih efisien? Menggabungkan menjadi satu PT, atau aliansi coworking, kolaborasi saja,” katanya.