JAKARTA - Pertumbuhan pesat kreator konten, live streamer, dan musisi rumahan mendorong pergeseran pasar perangkat audio profesional.
Kebutuhan audio berkualitas kini tidak lagi terbatas pada studio rekaman skala besar, melainkan menyasar segmen entry level yang menuntut harga terjangkau dan kemudahan penggunaan.
Menangkap peluang tersebut, Yamaha Corporation memperluas strategi bisnisnya dengan meluncurkan perangkat audio terintegrasi yang dirancang untuk produksi musik, podcast, rapat kecil, hingga live streaming.
Produk anyar Yamaha menggabungkan fungsi digital mixing console dan audio interface dalam satu sistem.
Integrasi dengan perangkat lunak populer seperti Steinberg, Stream Deck dari Elgato, serta OBS Studio membuat proses produksi dan siaran lebih efisien, sekaligus menekan biaya investasi perangkat tambahan.
Technical Marketing PT Yamaha Musik Indonesia Distributor Gabriel Gunawan mengatakan, segmen kreator digital menjadi pendorong utama pertumbuhan pasar audio saat ini.
“Pasarnya kini bukan hanya musisi. Di Indonesia, banyak juga digunakan perusahaan rental dan penyedia audio visual. Permintaannya terus meningkat, baik secara domestik maupun global, terutama untuk produk entry level yang terjangkau,” ujarnya.
Dari sisi bisnis, pendekatan all-in-one yang ditawarkan Yamaha dinilai relevan dengan perilaku konsumen kreator yang menginginkan workflow sederhana namun tetap profesional.
Strategi ini sekaligus memperluas basis pelanggan Yamaha di luar segmen tradisional.
BACA JUGA:
Senior General Manager Yamaha Creator & Consumer Audio Division Takatsuna Maeda menegaskan, Yamaha tengah membangun ekosistem kreator digital dengan mengintegrasikan perangkat keras dan perangkat lunak.
Upaya tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan berkelanjutan di tengah meningkatnya ekonomi kreatif digital global.
Solusi audio terbaru Yamaha sebelumnya diperkenalkan dalam ajang NAMM Show 2026, menandai fokus Yamaha memperluas bisnis audio ke segmen kreator dan studio rumahan.