SURAKARTA - PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF ungkapkan telah menerbitkan surat utang tambahan guna mengejar target penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada 2025.
Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo menjelaskan, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pembiayaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tetap berjalan optimal di tengah meningkatnya kebutuhan pendanaan.
Ananta menyampaikan bahwa pada 2025 pemerintah menargetkan pembiayaan 350.000 unit rumah melalui skema FLPP, namun hingga saat ini, realisasinya baru mencapai sekitar 290.000 unit atau setara 80 persen dari target.
"Jadi kami harus mengeluarkan surat utang lagi, nombokin, supaya target daripada 350.000 unit rumah itu tercapai," ujar Ananta dalam Media Briefing di Surakarta, Kamis, 12 Februari.
Sepanjang 2025, kata dia, SMF telah menyalurkan dana sekitar Rp8–9 triliun dan pada tahun yang sama, perusahaan mendapatkan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp6,8 triliun untuk memperkuat kapasitas pembiayaan
Meski demikian, Ananta menyampaikan kebutuhan pendanaan masih lebih besar dibandingkan dana yang tersedia, sehingga SMF memutuskan untuk menghimpun dana tambahan melalui penerbitan surat utang.
BACA JUGA:
Dia menyampaikan dalam program pembangunan 3 juta rumah yang dicanangkan pemerintah, SMF berkontribusi sekitar 25 persen dari total pembiayaan FLPP nasional.
Sementara 75 persen sisanya bersumber dari pemerintah melalui skema Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera).
Adapun sejak 2018 hingga sekarang, SMF tercatat telah menyalurkan sekitar Rp34 triliun untuk mendukung pembiayaan kurang lebih 904.000 unit rumah.