JAKARTA - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengungkapkan jika realisasi penyaluran Jenis BBM Tertentu (JBT) dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) sepanjang tahun 2025 lebih rendah dari kuota yang ditetapkan.
Dalam laporannya kepada Komisi XII DPR RI, Kepala BPH Migas Wahyudi Anas merinci realisasi penyaluran Pertalite tercatat hanya sebesar 28.063.429 kiloliter (KL) atau sebesar 89,86 persen. Asal tahu saja, kuota yang ditetapkan untuk tahun 2025 adalah ebesar (KL).
Di sisi lain, penyaluran solar tercatat sebesar KL atau sebesar 97,4 persen. Sementara itu kuota yang ditetapkan untuk tahun 2025 adalah sebesar 18.885.000 kilo liter. Adapun realisasi penyaluran minyak tanah tercatat sevesar 507.944 kilo liter atau 96,75 persen dari total kuota APBN 525.000 KL.
"Di dalam distribusi realisasi Januari sampai dengan Desember bahwasanya BPH migas telah mengawal dengan baik distribusi semuanya lancar dan terdapat penghematan BBM subsidi dan kompensasi negara tahun 2025 sebesar Rp 4,982 triliun," ujar Anas dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XII DPR RI, Selasa 27 Januari.
BACA JUGA:
Anas menambahkan, dengan konsumsi di bawah kuota, RI berhasil memangkas konsumsi solar solar sebesar 473.634 KL atau setara Rp2,11 triliun.
Adapun penghematan dari minyak tanah tercatat mencapai 17.056 KL dengan nilai Rp0,122 triliun.
Kemudian untuk Pertalite tercatat mengakami penghematan sebesar 3.166.558 KL atau setara Rp2,75 triliun.
"Kompensasi negara semua terpenuhi dan lancar," tandas Wahyudi.