JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mengintensifkan pengerahan alat berat lintas balai untuk mendukung percepatan penanganan darurat serta evakuasi korban longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses pencarian dan pembersihan material longsoran berjalan optimal di tengah medan sulit.
Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan, telah menginstruksikan seluruh balai di wilayah Jawa Barat agar tetap siaga dan memberikan dukungan maksimal selama penanganan darurat masih berlangsung.
"Fokus utama saat ini adalah membantu penanganan darurat dan evakuasi oleh Basarnas dan tim SAR gabungan dengan menyiagakan alat berat serta sarana pendukung yang dibutuhkan," ucap Dody dikutip dari keterangan tertulis, Selasa, 27 Januari.
Hingga Senin, 26 Januari 2026, pukul 14.00 WIB, sebanyak delapan unit alat berat telah aktif bekerja di lokasi bencana, termasuk pemanfaatan excavator mini yang efektif digunakan pada medan sempit dan akses terbatas.
Pengerahan peralatan dilakukan secara terpadu melalui kolaborasi lintas balai teknis di bawah Kementerian PU, antara lain Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta–Jawa Barat, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum serta BBWS Cimanuk Cisanggarung.
BBPJN DKI Jakarta–Jawa Barat pun telah menurunkan enam unit ekskavator PC 75 untuk membantu pembukaan material longsoran dan proses evakuasi. Sementara itu, BBWS Citarum mengoperasikan satu unit ekskavator PC 55 mini dan BBWS Cimanuk Cisanggarung turut menambah dukungan dengan satu unit ekskavator PC 55 mini di lokasi.
Untuk mengendalikan genangan air dan lumpur, BBWS Citarum juga mengerahkan lima unit pompa alcon berkapasitas 16,7 liter per detik. Dari jumlah tersebut, dua unit telah beroperasi dan tiga unit lainnya dalam kondisi siaga.
Namun, dua pompa sempat digunakan mengalami gangguan akibat kemasukan lumpur dan batu, sehingga memerlukan perbaikan. Sebagai dukungan tambahan, satu unit mobile water tank berkapasitas 5.000 liter disiapkan untuk dikirim dari Indramayu.
Dukungan serupa juga diberikan BBWS Cimanuk Cisanggarung dengan mengirimkan dua unit pompa alcon tambahan yang direncanakan mulai beroperasi pada Selasa pagi, 27 Januari. Selain itu, satu unit ekskavator PC 55 mini dari Indramayu telah dimobilisasi dan dijadwalkan mulai bekerja efektif pada hari ini.
BACA JUGA:
Di sisi lain, Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Jawa Barat Ditjen Cipta Karya Kementerian PU turut menyediakan sarana air bersih dan sanitasi bagi pengungsi. Fasilitas yang telah disiapkan meliputi tiga unit hidran umum berkapasitas 2.000 liter, dua unit tangki air 4.000 liter, tujuh unit toilet portabel serta satu unit tenda hunian darurat.
Dengan dukungan sarana dan prasarana tersebut, seluruh sumber daya kini difokuskan untuk mempercepat pencarian korban serta pembersihan material longsor.
Penanganan di Cisarua menghadapi tantangan berat akibat kondisi lumpur tebal dan keterbatasan akses, sehingga optimalisasi penggunaan ekskavator mini menjadi solusi utama di lapangan.