Bagikan:

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) ungkapkan berdasarkan data transaksi 19 Januari 2026 sampai 22 Januari 2026 tercatat terdapat aliran modal asing yang keluar atau capital out flow pada nonresiden di pasar keuangan domestik tercatat jual neto sebesar Rp5,96 triliun.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menyampaikan dana asing yang keluar berasal dari Saham, Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

"Terdiri dari jual neto sebesar Rp2,67 triliun di pasar saham, Rp1,44 triliun di pasar SBN, dan Rp1,85 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI)," jelasnya melalui keterangan resmi, dikutip Minggu, 25 Januari.

Selama tahun 2026, berdasarkan data setelmen sampai dengan 22 Januari 2026, nonresiden tercatat beli neto sebesar Rp8,02 triliun di pasar saham dan Rp1,89 triliun di pasar SBN, serta jual neto sebesar Rp2,67 triliun di SRBI.

Sejalan dengan perkembangan tersebut, Ramdan mengatakan premi CDS Indonesia 5 tahun per 22 Januari 2026 sebesar 73,28 bps, naik dibanding dengan 15 Januari 2026 sebesar 70,86 bps.

Sementara, tingkat imbal hasil SBN (Surat Berharga Negara) 10 tahun pada Jumat pagi, 23 Januari stabil di level 6,33 persen, sementara pada penutupan Kamis, 22 Januari, Yield SBN 10 tahun naik di level 6,32 persen.

Sedangkan, nilai tukar rupiah pada Jumat pagi, 23 Januari dibuka pada level (bid) Rp16.850 per dolar AS, sedangkan pada penutupan Kamis, 22 Januari sebesar Rp16.880 per dolar AS. Sementara, indeks dolar AS melemah ke level 98,36

Selain itu, pada penutupan Kamis, 22 Januari, Yield UST (US Treasury) 10 tahun turun ke level 4,245 persen.

"Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia," pungkasnya.