Jakarta - Indonesia berhasil meraih investasi Rp497 triliun di periode Januari hingga Maret 2026. Hal tersebut disampaikan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI di Jakarta, Senin, 13 April.
Menurut Rosan, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi yang masuk ke Indonesia pada Triwulan I 2026 diproyeksikan mencapai Rp497 triliun atau naik 6,9 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Hal tersebut merupakan capaian positif di tengah dinamika global. Rosan menyebut masih menunggu hingga tanggal 15 April untuk perhitungan pasti realisasi investasi. Realisasi investasi sebesar Rp497 triliun pada Kuartal I 2026 itu menciptakan sekitar 627 ribu lapangan kerja baru.
Sebagai pembanding, realisasi investasi pada Kuartal I 2025 sebesar Rp 465 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 594 ribu. Rosan menambahkan, program hilirisasi yang digenjot pemerintah menjadi salah satu penyumbang utama tingginya realisasi investasi.
Investasi ke bidang industri logam dasar pada Januari-Maret 2026 mencapai Rp67 triliun, terbesar di antara bidang lainnya. Diikuti oleh transportasi, gudang, dan logistik sebesar Rp54 triliun. Kemudian pertambangan Rp51 triliun, jasa lainnya (pusat data dan lain-lain) Rp43 triliun, perumahan dan kawasan Rp36 triliun. Kota Jakarta menjadi tujuan investasi terbesar dengan realisasi mencapai Rp74 triliun, kemudian Jawa Barat Rp72 triliun, Jawa Timur Rp38 triliun, Sulawesi Tengah Rp34 triliun, Banten Rp33 triliun.
Singapura, China, Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat (AS) masih menjadi negara-negara terbesar untuk penanaman modal asing di Indonesia di Januari-Maret 2026.