JAKARTA - Pemerintah daerah (pemda) di wilayah terdampak banjir bandang dan tanah longsor, Sumatera Utara (Sumut), melaporkan kebutuhan pembangunan sekitar 200 unit hunian tetap (huntap) di Kota Gunungsitoli dan Sibolga.
Kebutuhan tersebut disampaikan dalam kunjungan kerja Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo ke Sumut, Jumat, 23 Januari.
Kunjungan dilakukan untuk memastikan penanganan dampak bencana berjalan cepat, terkoordinasi dan tepat sasaran.
Dalam peninjauan tersebut, Dody juga menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu serta sejumlah kepala daerah terdampak.
Pembahasan difokuskan pada kondisi sungai, infrastruktur jalan dan jembatan, sistem penyediaan air bersih, kawasan permukiman terdampak, kebutuhan alat berat hingga akses menuju sentra produksi pertanian.
Dody menyebut, penanganan bencana di kawasan Tapanuli membutuhkan pendekatan intensif dan masif, karena luasnya wilayah terdampak serta kondisi geografis cukup menantang.
"Kami siap mendukung penuh, data dan usulan resmi sangat penting agar penanganan bisa cepat dan tepat. Kami akan terus hadir bersama daerah dalam masa pemulihan ini," ucap Dody dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu, 24 Januari.
Salah satu kebutuhan mendesak yang disoroti adalah keterbatasan alat berat di Kabupaten Tapanuli Tengah.
Menurut Dody, percepatan penanganan darurat sangat bergantung pada dukungan peralatan, terutama untuk pekerjaan pengerukan sedimen sungai dan penguatan tebing yang tidak memungkinkan dilakukan secara manual.
Sementara itu, Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu menjelaskan, penanganan banjir bandang dan longsor telah dilakukan sejak kunjungan Presiden Prabowo Subianto. Namun, luasnya wilayah terdampak dan kondisi daerah memanjang menjadi tantangan dalam percepatan pemulihan.
Pemda pun telah menyewa 22 unit alat berat, tetapi jumlah tersebut dinilai masih belum mencukupi, khususnya untuk normalisasi sungai, penanganan sedimentasi serta pembangunan tanggul, guna mencegah longsor susulan saat hujan.
Selain itu, persoalan air bersih juga masih menjadi perhatian serius karena kualitas Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) IKK mengalami penurunan.
Berdasarkan catatan Kementerian PU, terdapat kebutuhan mendesak lainnya di wilayah tersebut, seperti pembangunan hunian, penyediaan sumur bor, pemulihan akses irigasi pertanian bagi masyarakat hortikultura serta perbaikan akses jalan strategis.
Salah satu ruas yang menjadi perhatian adalah Jalan Tarutung–Sibolga, satu-satunya jalur utama yang saat ini sedang dilakukan penanganan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumut.
Di wilayah Gunungsitoli dan Sibolga, selain kebutuhan huntap, pemda melaporkan perlunya penguatan tebing, penanganan sembilan titik longsor, perbaikan jalan berlubang menuju bandara serta fasilitas umum dan penerangan jalan.
Penanganan jalan dengan lalu lintas berat, termasuk jalur kendaraan pengangkut LPG, juga menjadi perhatian.
Kementerian PU memastikan akan terus mendukung wilayah terdampak banjir bandang dan longsor, termasuk pembersihan fasilitas umum seperti fasilitas pendidikan agar aktivitas masyarakat dapat kembali pulih secara bertahap.