JAKARTA - PT Hutama Karya (Persero) atau HK terus berupaya mempercepat penyelesaian konstruksi Jalan Tol Palembang–Betung. Dalam waktu dekat, pekerjaan konstruksi pada ruas Seksi 3 Pangkalan Balai–Betung akan memasuki tahapan pemasangan balok jembatan.
Untuk itu, akan dilaksanakan pengaturan rekayasa lalu lintas berupa buka tutup jalur pada Jalan Nasional Lintas Timur Sumatera Palembang–Betung di KM 69–71 arah ke Jambi maupun sebaliknya.
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Mardiansyah mengatakan, akses jalan akan dibuka tutup selama 4 hari pada 30 Januari-2 Februari 2026. Kemudian, pada 11-14 Februari 2026. Total 6 hari akan dilakukan buka tutup.
"Skema yang diberlakukan yakni 60 menit penutupan diikuti 60 menit pembukaan, berlanjut hingga waktu yang dijadwalkan," ujar Mardiansyah dalam keterangan tertulis, Rabu, 21 Januari.
Menurut dia, pengaturan lalu lintas tersebut merupakan langkah mitigasi untuk memastikan keselamatan pengguna jalan selama pekerjaan berlangsung serta mendukung kelancaran pelaksanaan konstruksi di lapangan.
Guna menjamin kelancaran dan keamanan arus lalu lintas, Hutama Karya turut berkoordinasi dengan Ditlantas Polda Sumsel, Satlantas Polres Banyuasin, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumsel Ditjen Bina Marga Kementerian PU serta Dinas Perhubungan Kabupaten Banyuasin.
"Upaya lain yang dilakukan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, jalur buka tutup dilengkapi dengan akses jalan darurat untuk ambulans dan mobil pemadam kebakaran yang digunakan apabila situasi darurat terjadi," katanya.
Dia menambahkan, pihaknya bersama instansi terkait juga menyiagakan petugas pengatur lalu lintas di titik-titik krusial dan melakukan sosialisasi melalui berbagai kanal komunikasi untuk memastikan informasi pengalihan jalur tersampaikan kepada masyarakat.
"Selain itu, jalur buka tutup akan dilengkapi rambu-rambu, marka, penerangan serta perangkat keselamatan lainnya," katanya.
Dengan adanya pengaturan lalu lintas tersebut, lanjut Mardiansyah, pengguna jalan diimbau untuk mengurangi kecepatan saat melintas di sekitar lokasi pekerjaan, menjaga jarak aman, mematuhi rambu dan arahan petugas di lapangan, agar perjalanan tetap aman dan lancar.
"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang akan ditimbulkan dari pengerjaan proyek ini," tuturnya.
Untuk diketahui, Jalan Tol Palembang–Betung terbagi menjadi tiga seksi, dengan total panjang mencapai 69,19 kilometer. Rinciannya, Seksi 1 dan 2 (Palembang–Rengas–Pangkalan Balai sepanjang 54,5 kilometer telah mencapai progres pembangunan 70,69 persen.
BACA JUGA:
Pembangunan tol tersebut menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), dikerjakan oleh PT Hutama Karya sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).
Untuk Seksi 1 dan 2 dikerjakan oleh PT Waskita Karya dengan nilai investasi sebesar Rp2,67 triliun. Sedangkan, Seksi 3 dikerjakan oleh PT Hutama Karya Infrastruktur dengan nilai investasi mencapai Rp2,1 triliun.
Apabila telah tersambung semua, tol itu nantinya akan memangkas waktu tempuh Palembang menuju Betung yang awalnya 2 jam menjadi 45 menit, sehingga mendukung efisiensi pergerakan barang logistik serta mobilitas masyarakat Sumatera Selatan.