Bagikan:

JAKARTA - PT Hutama Karya (Persero) atau HK memastikan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) yang dikerjakan perseroan bisa rampung pada Agustus 2026. Dengan demikian, dapat dimanfaatkan pada tahun ajaran baru.

HK diketahui akan membangun SR permanen di sejumlah wilayah strategis meliputi Provinsi Banten (Kabupaten Lebak dan Pandeglang) serta DKI Jakarta (Jakarta Selatan).

Kemudian, di Maluku Utara (Kabupaten Halmahera Utara dan Halmahera Barat) serta Sulawesi Barat (Kabupaten Mamuju dan Polewali Mandar).

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Mardiansyah menyampaikan, keterlibatan perusahaan dalam program SR merupakan wujud kontribusi nyata terhadap agenda pembangunan nasional di bidang pendidikan.

"Kami tidak hanya membangun gedung, tetapi menyiapkan ruang tumbuh bagi masa depan generasi penerus bangsa melalui infrastruktur pendidikan modern, aman dan layak," kata dia dalam keterangan tertulis, Kamis, 15 Januari.

Dalam pelaksanaannya, perseroan berkomitmen menerapkan standar mutu tinggi dengan mengedepankan aspek Quality, Health Safety, Security and Environment (QHSSE) secara konsisten, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dan daerah.

"SR berperan strategis sebagai katalisator peningkatan kesejahteraan sosial. Karena itu, kami memastikan setiap bangunan memiliki daya tahan jangka panjang dan mampu mendukung proses belajar mengajar secara kondusif," ujarnya.

Program SR dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu dengan fasilitas berstandar layak untuk menciptakan lingkungan belajar aman, inklusif dan berkelanjutan, sekaligus membuka peluang masa depan lebih baik bagi generasi muda Indonesia.

Fasilitas pendidikan tersebut dikembangkan dengan konsep boarding school terpadu yang mencakup jenjang SD, SMP dan SMA, masing-masing dua lantai dalam satu kawasan terintegrasi.

Kawasan tersebut dilengkapi asrama putra dan putri, rumah susun guru, gedung ibadah dan masjid, gedung serbaguna, dapur dan kitchen laboratory, kantin serta fasilitas pendukung.

Seperti gudang, rumah genset, rumah pompa, Tempat Pembuangan Sampah (TPS), pos satpam, lapangan olahraga dan area lansekap.

Setiap jenjang pendidikan memiliki ruang dan fasilitas pembelajaran relatif serupa, meliputi ruang kelas modern, laboratorium bahasa dan keterampilan, amphitheatre atau kelas terbuka, ruang komunal, perpustakaan serta ruang server pendukung teknologi pendidikan.

Fasilitas penunjang lainnya mencakup lapangan sepak bola atau mini soccer, basket dan voli, lapangan upacara, Unit Kesehatan Sekolah (UKS), ruang laktasi hingga botanical garden/green house. Seluruh kawasan didukung sistem utilitas terintegrasi.

Hal itu termasuk Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), sebagai bagian dari pendekatan pembangunan berkelanjutan.