Bagikan:

BALIKPAPAN - Presiden Prabowo Subianto melontarkan kritik keras terhadap direksi BUMN. Ia menilai banyak pimpinan BUMN gagal menjalankan tanggung jawab mengelola kekayaan negara, bahkan tetap menuntut tantiem ketika perusahaan merugi.

“Banyak yang rugi. Sudah rugi, minta tantiem lagi. Enggak tahu malu. Dablek menurut saya,” kata Prabowo saat berpidato di acara peresmian Kilang Minyak Terintegrasi Pertamina Balikpapan, 12 Januari.

Prabowo menegaskan telah memberi tugas kepada Kepala Danantara dan sejumlah menteri terkait untuk membersihkan seluruh BUMN. Menurutnya, jabatan di BUMN bukan ruang mencari keuntungan pribadi, melainkan amanah negara.

Ia meminta direksi yang tidak sanggup mengabdi dengan penghasilan yang tersedia agar segera mengundurkan diri. Prabowo menekankan banyak pihak lain yang siap menggantikan.

“Kalau enggak sanggup mengabdi, berhenti saja. Banyak yang siap gantikan,” ujarnya.

Presiden juga mengungkap praktik manipulasi di level manajemen. Ia menyebut ada pejabat di posisi kritis yang membohongi atasan, menipu atasan, bahkan menipu presiden demi keuntungan pribadi.

“Sekarang harus hentikan seperti itu,” tegasnya.

Menurut Prabowo, pengelolaan kekayaan negara menentukan masa depan bangsa. Ia mengingatkan, di tengah persaingan global yang ketat, negara yang kaya namun tidak kuat bisa kehilangan kekayaannya sendiri.

“Kita butuh kekayaan itu untuk menghilangkan kemiskinan, menghilangkan kelaparan, dan memperkuat bangsa,” kata Prabowo.