Bagikan:

JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) mencatat, sebanyak 5.804.126 kendaraan meninggalkan dan memasuki wilayah Jabotabek selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026).

Angkat tersebut merupakan total kumulatif arus lalu lintas (lalin) dari empat gerbang tol (GT) utama, yakni GT Cikupa, GT Ciawi, GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama.

Periode penghitungan dilakukan selama 18 hari, mulai Kamis, 18 Desember 2025 pukul 06.00 WIB hingga Senin, 5 Januari 2026 pukul 06.00 WIB.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan Achmad Purwantono mengatakan, total volume lalu lintas keluar dan masuk Jabotabek pada periode tersebut naik 9,8 persen dibandingkan lalu lintas normal.

"Kami telah melayani 5,8 juta kendaraan pada arus lalu lintas keluar dan masuk wilayah Jabotabek pada jalan tol Jasa Marga Group pada periode libur Nataru 2025/2026, naik sebesar 9,8 persen terhadap lalin normal," ujar Rivan dalam keterangan tertulis, Rabu, 7 Januari.

Rivan menjelaskan, pergerakan kendaraan pada periode Nataru masih didominasi arah timur menuju Tol Trans-Jawa dan Bandung mencapai 46,2 persen.

Kemudian, arah barat menuju Merak sebesar 29,4 persen dan arah selatan menuju Puncak 24,4 persen.

Khusus arah timur, distribusi pergerakan kendaraan terbagi hampir merata antara Tol Trans-Jawa sebesar 48,8 persen dan Bandung 51,2 persen.

Sementara itu, puncak arus lalu lintas keluar Jabotabek tercatat terjadi pada 24 Desember 2025.

Adapun volume kendaraan yang meninggalkan wilayah Jabotabek selama periode Nataru 2025/2026 tercatat sebanyak 2.944.900 kendaraan atau meningkat 10,2 persen dibandingkan lalin normal sebanyak 2.671.323 kendaraan.

Perinciannya, sebanyak 1.382.186 kendaraan menuju arah timur melalui GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama, meningkat 25,4 persen dari kondisi normal.

Lalu, sebanyak 860.627 kendaraan menuju arah barat melalui GT Cikupa atau lebih rendah 2,3 persen dari lalin normal.

Kemudian, kendaraan menuju arah selatan melalui GT Ciawi tercatat sebanyak 702.087 kendaraan atau meningkat 2,0 persen.

Di sisi lain, jumlah kendaraan kembali ke wilayah Jabotabek selama periode sama tercatat sebanyak 2.859.226 kendaraan.

Angka itu meningkat 9,4 persen dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 2.613.853 kendaraan.

Kendaraan dari arah timur melalui GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama tercatat sebanyak 1.299.187 kendaraan atau meningkat 19,1 persen dari lalu lintas normal.

Dari arah barat melalui GT Cikupa tercatat sebanyak 845.617 kendaraan, lebih rendah 1,9 persen.

Rivan pun menyampaikan apresiasi kepada Kepolisian Republik Indonesia, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Badan Pengaturan BUMN, Danantara, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Lingkungan Hidup (LH) serta para pemangku kepentingan lainnya atas dukungan selama periode Nataru 2025/2026.

"Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat atas kerja sama yang diberikan, khususnya dalam mematuhi aturan dan arahan petugas di lapangan, sehingga memberikan kontribusi positif terhadap kelancaran pelaksanaan operasional lalu lintas pada periode Nataru 2025/2026," katanya.

Menurut Rivan, keberhasilan pelayanan Nataru 2025/2026 didukung oleh berbagai strategi, antara lain pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam manajemen lalu lintas, penerapan contraflow di Jalan Tol Jakarta–Cikampek, pengoperasian ruas tol fungsional, pengaturan lalu lintas di rest area serta penerapan diskon tarif tol di sejumlah ruas strategis.

Selain itu, penerapan pembatasan angkutan barang golongan III-V selama periode H-6 Natal 2025 hingga H+3 Tahun Baru 2026 dinilai efektif menurunkan volume kendaraan angkutan barang sebesar 37 persen.

"Kami berkomitmen untuk terus memperkuat kesiapan operasional dan meningkatkan kualitas layanan di seluruh ruas tol Jasa Marga Group guna menjaga pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) secara konsisten," imbuhnya.