Bagikan:

JAKARTA - Pemerintah terus memantau perkembangan situasi di Venezuela, terutama dampaknya terhadap harga minyak dunia. Hingga awal Januari 2026, harga minyak global masih relatif stabil dan belum menunjukkan gejolak berarti.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan harga minyak saat ini berada di kisaran 63 dolar AS per barel. Menurutnya, dalam satu hingga dua hari terakhir tidak terlihat lonjakan harga yang signifikan.

“Yang utama berpengaruh kan harga minyak. Tapi sampai satu dua hari ini tidak ada perubahan. Tidak ada gejolak yang tinggi dan harga minyak relatif masih rendah,” ujar Airlangga kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 5 Januari 2026.

Airlangga menegaskan pemerintah belum mengambil langkah khusus dan memilih terus memantau dinamika yang berkembang. Hal yang sama juga berlaku untuk hubungan kerja sama dengan Venezuela.

Terkait situasi politik di negara tersebut, Airlangga menjelaskan hubungan Venezuela dengan Amerika Serikat memang telah berlangsung lama dan penuh ketegangan sejak nasionalisasi aset-aset perusahaan minyak AS pada era Presiden Hugo Chavez di Venezuela.

Ia memastikan Indonesia tidak memiliki aset di Venezuela. “Kita tidak ada aset,” kata Airlangga.

Soal kerja sama energi, Airlangga menyebut nota kesepahaman (MoU) dengan Venezuela akan mengalami perubahan seiring pergantian pemerintahan di negara itu. Namun, hingga kini pemerintah belum melihat adanya perubahan terhadap aset Pertamina yang berada di sana.

Di sisi lain, Airlangga mengungkapkan Indonesia akan kembali mengirim tim ke Amerika Serikat pada 12–19 Januari 2026. Tim tersebut akan membahas legal drafting dan Articles of Agreement (ART) terkait isu tarif perdagangan.

“Nanti ada tim berangkat. Dari situ baru jadwal selanjutnya bisa kita ketahui,” ujarnya.

Sementara itu, rencana impor migas hingga saat ini belum direalisasikan. “Belum,” kata Airlangga singkat.