JAKARTA - PT Hutama Karya (Persero) atau HK memproyeksikan terjadi peningkatan volume lalu lintas di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) hingga 30,2 persen selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026).
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Operasi II Hutama Karya Gunadi saat Apel Siaga Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Rest Area KM 397 Jalur A Tol Palembang–Betung, Selasa, 16 Desember.
"Berdasarkan hasil proyeksi, volume lalu lintas di JTTS diperkirakan meningkat hingga 30,2 persen selama periode Nataru," ujar Gunadi dalam keterangan tertulis, Rabu, 17 Desember.
Gunadi mengatakan, kondisi tersebut memerlukan kesiapsiagaan komprehensif, tidak hanya dari pengelola jalan tol, tetapi juga melalui penguatan koordinasi dan sinergi lintas instansi terkait, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Karena itu, HK berupaya untuk memastikan keandalan layanan selama periode Nataru.
Salah satu upayanya, yakni telah menyelesaikan seluruh pekerjaan pemeliharaan rutin dan berkala di JTTS pada Selasa, 16 Desember.
"Dengan selesainya pemeliharaan tersebut, seluruh ruas tol yang dikelola Hutama Karya berada dalam kondisi siap melayani pengguna jalan," kata Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Mardiansyah.
BACA JUGA:
Selama periode Nataru, HK mengoperasikan 14 ruas JTTS dengan total panjang mencapai 800,52 kilometer (km), terdiri atas 12 ruas beroperasi bertarif sepanjang 693,3 km dan 52,59 km ruas belum bertarif serta dua ruas seksi fungsional sepanjang 54,63 km.
Dalam mendukung operasional dan pelayanan pengguna jalan, Hutama Karya turut menyiagakan 451 unit armada operasional dan 3.223 personel petugas siaga serta mengoperasikan 29 Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) di sepanjang JTTS kelolaan Hutama Karya.
Layanan juga diperkuat melalui 38 lokasi top up, 61 gerbang operasi, 273 gardu operasi, 128 unit mobile reader, 1.534 unit kamera CCTV serta 107 unit Variable Message Sign (VMS) terintegrasi melalui aplikasi HK Toll Apps.
Peningkatan layanan juga dilakukan melalui penambahan kartu uang elektronik, petugas top up serta perlengkapan pengaturan lalu lintas.
Sementara itu, Ketua Tim Penanganan Layanan Dwi Aryono Bayuaji menuturkan, pihaknya bersama instansi terkait juga telah menyiapkan rekayasa lalu lintas, salah satunya melalui penerapan skema holding system di TIP, guna mengatur arus kendaraan dan menjaga kelancaran lalu lintas di ruas tol utama.
Berdasarkan hasil analisis lalu lintas, tambah dia, puncak arus mudik Natal diperkirakan terjadi pada 20-21 Desember 2025, sementara puncak arus balik Tahun Baru diproyeksikan berlangsung pada 1 serta 3-4 Januari 2026.
"Kami harap, pengguna jalan dapat bijak memilih waktu perjalanan untuk mengindari penumpukan kendaraan dalam rangka meningkatkan kenyamanan berkendara bersama," tuturnya.