Bagikan:

JAKARTA - Menjelang periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026), Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat kesiapsiagaan nasional untuk menghadapi potensi gangguan jalan hingga bencana hidrometeorologi.

Mengutip informasi yang dibagikan Kementerian PU, kesiapan infrastruktur terus diperkuat oleh Pemerintah di berbagai wilayah Indonesia.

"Seluruh jalur utama dari Sumatera hingga Papua mendapat perhatian khusus karena meningkatnya mobilitas masyarakat dan potensi cuaca ekstrem yang saat ini Indonesia alami," tulis akun Instagram resmi @kementerianpu, dikutip Sabtu, 13 Desember 2025.

Kementerian PU pun telah menyiapkan 1.179 disaster relief unit (DRU) di seluruh Indonesia untuk respons cepat pembukaan akses, penanganan banjir, hingga evakuasi material longsor.

Secara terperinci, 331 unit DRU di Sumatera; 249 unit di Jawa; 121 unit di Kalimantan; 194 unit di Sulawesi; 195 unit di Nusa Tenggara dan Maluku; serta 89 unit di Papua.

Jenis DRU yang siaga meliputi excavator, dump truck, backhoe loader, loader, chainsaw, truck crane, stamper, vibro roller, motor grader, road sweeper, genset, pickup, trailer, dan sebagainya.

"Seluruh balai di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua siaga 24 jam untuk memastikan mobilitas masyarakat berjalan aman dan lancar," katanya.

Adapun untuk memastikan jalur yang dilintasi saat Nataru tetap aman, Kementerian PU telah menyediakan material dan bahan yang siap digunakan kapan saja.

Material dan bahan tersebut, di antaranya jembatan bailey, sandbag, bronjong, aspal hotmix (CPHMA), aspal cold mix, sheetpile, box culvert, aramco, geotextile, serta tambahan cepat mantap (TCM).

Untuk Sumatera, ada 18 set jembatan bailey, 1.862 buah sandbag, 1.892 buah bronjong, 1.035 ton aspal hotmix (CPHMA), 2 ton aspal cold mix, 25 buah sheetpile, 73 buah box culvert, 85 meter aramco, 9.200 meter persegi geotextile, serta 300 sak tambahan cepat mantap (TCM).

Lalu, untuk Jawa, ada 14 set jembatan bailey, 3.337 buah sandbag, 4.686 buah bronjong, 113 ton aspal hotmix (CPHMA), 121 ton aspal cold mix, 266 buah sheetpile, 723 meter aramco, serta 410 sak tambahan cepat mantap (TCM).

Berikutnya untuk Kalimantan, ada 54 set jembatan bailey, 6.403 buah sandbag, 7.470 buah bronjong, 45 ton aspal hotmix (CPHMA), 50 meter aramco, serta 569 sak tambahan cepat mantap (TCM).

Kemudian untuk Sulawesi, ada 573 meter jembatan bailey, 1.339 meter kubik material timbunan, 1.662 lembar bronjong, 61 ton aspal hotmix (CPHMA), 12 ton aspal cold mix, 5 buah box culvert, 89 buah aramco, serta 336 ton tambahan cepat mantap (TCM).

Sementara untuk Nusa Tenggara dan Maluku, ada 91 meter persegi jembatan bailey, 82 meter kubik material timbunan, 613 lembar bronjong, 30 ton aspal hotmix (CPHMA), 120 buah aramco, serta 5 ton tambahan cepat mantap (TCM).

Selanjutnya untuk Papua, ada 9.832 meter kubik material timbunan, 3.130 lembar bronjong, 22 ton aspal hotmix (CPHMA), 5.708 ton aspal cold mix, 14 buah box culvert, 35 buah aramco, 6.649 meter persegi geotextile, serta 1.535 ton tambahan cepat mantap (TCM). 

Menurut Kementerian PU, berbagai langkah dilakukan, seperti pengecekan kondisi jalan nasional dan jalan tol, penyiagaan alat berat serta material darurat untuk penanganan cepat, hingga penguatan layanan di Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP).

"Seluruhnya dijalankan oleh tim PU yang berjaga sepanjang hari, memastikan perjalanan masyarakat tetap aman dan nyaman," imbuhnya.