Bagikan:

JAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan stok beras dalam negeri aman dan mencapai 12,5 juta ton menjelang periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Stok tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam lima bulan ke depan.

Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy mengatakan ketersediaan pangan pokok nasional berada dalam tingkat yang sangat baik, yakni melalui instrumen Proyeksi Neraca Pangan Nasional Tahun 2025.

“Kami dari Badan Pangan Nasional ingin menyampaikan bahwa 11 bahan pokok penting menjelang Nataru itu, aman. Untuk beras sampai dengan akhir Desember 2025 kita mempunyai stok sekitar 12,5 juta ton,” kata Sarwo dalam keterangan tertulis, Selasa, 9 Desember.

Komoditas pangan lainnya, kata Sarwo, antara lain stok jagung sebanyak 4,5 juta ton, 91.000 ton kedelai, 52.000 ton bawang merah, 58.000 ton bawang putih, 63.000 ton cabai besar, dan 49.000 ton cabai rawit.

“Daging sapi kerbau 58.000 ton. Daging ayam 231.000 ton. Telur ayam ras 74.000 ton dan gula konsumsi 1,43 juta ton,” ujarnya. 

Kata Sarwo, carry over stock tersebut akan dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat. Apabila dibandingkan dengan kebutuhan konsumsi bulanan, stok akhir tahun beras menjadi yang teratas karena memiliki ketahanan paling lama.

“Dengan estimasi stok beras nasional sampai akhir tahun 2025 masih berada di 12,5 juta ton, sementara kebutuhan konsumsi bulanan 2,599 juta ton, maka stok beras nantinya dapat mencukupi hingga hampir lima bulan lamanya,” ujarnya.

Menurut Sarwo, stok akhir tahun jagung pun diestimasikan dapat memenuhi hingga 3,5 bulan kebutuhan konsumsi di tahun 2026 mendatang.

Sementara itu, Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan kuatnya stok beras nasional menjadi fondasi utama stabilitas pangan jelang Nataru maupun dalam kondisi darurat bencana.

“Dengan stok pangan nasional yang kuat, pemerintah memiliki ruang yang sangat cukup untuk menjaga stabilitas pangan dan memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya beras baik untuk konsumsi reguler maupun bantuan bencana,” ujar Amran.