Bagikan:

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mencatat, 21 unit alat berat telah bekerja untuk memulihkan kondisi sungai, tanggul dan layanan dasar masyarakat pascabencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh.

Sebanyak 21 alat berat telah dimobilisasi Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I di kabupaten terdampak seperti, Pidie Jaya, Aceh Utara, Aceh Barat, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Bireuen dan Aceh Tenggara.

Salah satu pekerjaan prioritas adalah lanjutan pengalihan aliran Sungai Manyang di Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya yang terus digarap untuk mencegah limpasan air kembali meluas ke permukiman.

Kegiatan tersebut dilakukan nonstop sejak akhir November dan menjadi salah satu lokasi dengan eskalasi penanganan tertinggi.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, seluruh balai teknis Kementerian PU terus bergerak cepat membantu masyarakat. Dia bilang, penanganan darurat pada tanggul, sungai dan akses vital harus dipastikan berjalan tanpa menunggu.

"Kami akan terus memperkuat dukungan alat berat dan personel sampai kondisi kembali pulih," ujar Dody dalam keterangan tertulis, Selasa, 9 Desember.

BWS Sumatera I yang merupakan balai teknis Kementerian PU terus berupaya menangani infrastruktur sumber daya air, mengingat dampak bencana menyebabkan 36 titik tanggul jebol, 143 titik tanggul kritis serta kerusakan pada jaringan irigasi di berbagai kabupaten.

Penanganan darurat dilakukan secara paralel dengan memprioritaskan lokasi-lokasi risiko terjadinya banjir susulan melalui pengerahan alat berat dan personel tanggap darurat.

Puluhan alat berat seperti excavator, excavator long arm hingga wheel loader bekerja di lokasi-lokasi kritis dengan pekerjaan pengalihan aliran sungai, pembersihan sedimen, perbaikan tanggul serta pembukaan akses bagi logistik dan evakuasi.

Pembersihan infrastruktur pendidikan dan keagamaan juga menjadi perhatian. Pada 8 Desember 2025, tim BWS Sumatera I diturunkan untuk melakukan pembersihan infrastruktur Dayah (Lembaga Pendidikan Islam Tradisional khas Aceh) di Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, serta membuka akses jalan inspeksi dan fasilitas umum lainnya terdampak lumpur dan material banjir.

Dody memastikan, penanganan darurat akan terus dilanjutkan hingga seluruh lokasi kritis tertangani dan kondisi pelayanan dasar masyarakat kembali normal.

"Koordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD dan TNI/Polri juga diperkuat guna memastikan distribusi alat berat, logistik serta kegiatan lapangan berjalan efektif dan terukur," imbuhnya.