JAKARTA - Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menyampaikan permintaan maaf karena sistem kelistrikan di Aceh belum pulih sepenuhnya.
Dikatakan Darmawan terjadi kerusakan masif pada sistem kelistrikan Aceh karena banjir bandang yang terjadi pada akhir November lalu. Salah satu kerusakan yang terjadi adalah pada transmisi antara Bireun dan Arun terdapat 6 tower transmisi yang roboh tersapu banjir. Akibatnya, pembangkit milik PLN di Arun tidak dapat mengalirkan listrik ke Banda Aceh sehingga dilakukan pemadaman bergilir.
"Nah untuk itu, dalam hal ini kami menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada seluruh masyarakat Aceh," ujar Darmawan dalam telekonferensi dengan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, Selasa, 9 Desember.
Darmawan menambahkan, pada proses pengaluran kembali listrik dari Arun ke Banda Aceh pihaknya menghadapi sejumlah tantangan teknis.
"Kenyataannya bahwa penyaluran listrik ini jauh lebih berat daripada perkiraan kami," sambung Darmawan.
Menurutnya, jika listrik berhasil dialirkan dari Arun ke Banda Aceh maka sistem kelistrikan di Aceh akan pulih 93 persen
"Ternyata menghadapi tantangan teknis yang sangat hebat," sambung Darmawan.
Di sisi lain, lanjut dia, saat bencana terjadi, transmisi listrik dari Kabupaten Bireuen menuju ke Kabupaten Aceh Tengah, dan Takengon, hingga Bener Meriah belum bisa tersambung sepenuhnya karena mayoritas tower mengalami kerusakan karena tersapu banjir.
BACA JUGA:
Bos PLN ini juga berkomitmen untuk memulihkan jaringan-jaringan tegangan rendah PLN di daerah-daerah Aceh yang masih terisolasi, meliputi Bener Meriah, Aceh Tamiang, Gayo Lues, dan Takengon.
"Sekali lagi saya mohon maaf dan memastikan bahwa kami, tim, terus bekerja penuh untuk bagaimana memulihkan sistem kelistrikan di Aceh," jelas Darmawan.