JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Koordinator bidang Pangan meminta Perum Bulog untuk meningkatkan pasokan beras dua kali lipat di wilayah terdampak banjir yakni Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar).
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan stok beras di wilayah yang terdampak banjir perlu ditingkatkan.
Meskipun, dia mengakui tidak mudah untuk menyalurkannya mengingat kondisi di lapangan.
“Kita minta dan sudah dikerjakan walaupun tidak mudah untuk menyuplai Aceh dua kali lebih besar daripada sebelumnya. Jadi kalau biasanya kebutuhannya 500 ton maka akan dibanjirin jadi 1.000 ton begitu juga Sumatera Utara dan Sumatera Barat,” katanya dalam konferensi pers, di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa, 2 Desember.
Zulhas sapaan akrabnya bilang tantangan dalam penanganan bencana banjir ini adalah terputusnya jalur yang menghubungkan antarwilayah. Kondisi ini, kata Zulhas, membuat distribusi bantuan hanya bisa diakses melalui udara.
“Memang yang paling berat itu sebagian Sumatera Utara, tapi Aceh hampir 9 kabupaten. Sumatera Barat juga banyak jalan yang putus. Saya rencana lusa ke Sibolga, tadinya mau terus ke Aceh tapi jalan belum sambung,” ujarnya.
Kata Zulhas, karena cukup sulit diakses melalui jalur darat, pemerintah bergerak cepat dengan mengerahkan helikopter untuk mengirim bantuan ke wilayah yang terisolasi akibat banjir.
“Saya tadi sudah minta Kapolri ngirim dua hari ini helikopter, dari Kementerian Perhubungan ada dua, ditambah dua lagi. Ada beberapa juga rekan swasta yang punya helikopter, yang dekat sudah berangkat juga Riau, itu sudah berangkat,” tuturnya.
Sebelumnya, Perum Bulog akan menambah stok beras dua kali lipat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi penanganan banjir yang berlangsung lebih panjang dan berdampak luas.
Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani bilang stok beras di wilayah terdampak sudah banyak terserap untuk kebutuhan darurat. Di Aceh sebelum bencana stok beras tercatat 97.416 ton dan kini tinggal 82.296 ton.
Sementara di Sumatera Utara (Sumut) stok turun dari 43.636 ton menjadi 29.943 ton. Sedangkan di Sumatera Barat (Sumbar) dari 9.530 ton menjadi 7.996 ton.
Kata Rizal, karena. penurunan tersebut, Bulog memutuskan menambah stok dua kali lipat sebagai antisipasi lanjutan.
“Kami menganalisis penanganan dampak bencana di tiga provinsi saat ini akan lebih panjang dan lebih luas. Karena itu, kami menambah dua kali lipat stok beras di wilayah bencana,” kata Rizal dalam rapat koordinasi di Kantor Kementerian Dalam Negeri secara virtual, Jakarta, Senin, 1 Desember.
Rizal juga memastikan penyaluran bantuan beras di wilayah bencana dilakukan dengan maksimal ke seluruh pemerintah daerah (pemda) yang membutuhkan, tanpa pengecualian.
“Jadi kami salurkan ini semaksimal mungkin dan berikan beras-beras yang terbaik,” tuturnya.
BACA JUGA:
Dia bilang, proses administrasi pengiriman beras bencana telah dipermudah.
Kini, para kepala daerah hanya perlu mengirimkan surat permohonan bantuan beras ke Kepala Badan Pangan Nasional yang ditembuskan ke Kantor Bulog Pusat dan Kantor Bulog Daerah.
Rizal bilang, surat tersebut dapat bisa langsung menjadi bukti pengiriman beras ke daerah terdampak banjir.
“Jadi kami lakukan diskresi, tujuannya adalah untuk mempercepat jangan sampai masyarakat kekurangan beras ataupun logistik lainnya di tempat-tempat bencana,” katanya.