Bagikan:

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, pemerintah memberikan relaksasi bagi masyarakat terdampak banjir bandang di di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, agar tidak perlu lagi menggunakan barcode untuk membeli BBM di SPBU.

Dikatakan Bahlil, hal ini untuk mengatasi antrean pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM).

Sementara itu, pasokan BBM untuk wilayah terdampak banjir relatif aman, namun masih terkendala pendistribusian karena masih banyak jalur dar yang terputus

"Dan urusan BBM, BBM-nya ada, tapi tidak bisa terdistribusi karena banyak jalan yang nggak bisa kita lewati. Kita sudah lewat laut, juga ombak. Nah, perlahan-lahan kita mulai sekarang pakai jerigen. Jadi kita lagi bawa jerigen dan drum dari Jakarta, kita naikkan pesawat kita kirim ke sini supaya kita pikul. Sambil kita bekerjasama dengan kementerian teknis di PU untuk menembus jalan," ujar Bahlil dalam keterangan kepada media, Selasa, 2 Desember.

Bahlil juga meminta PT PLN (Persero) untuk mempercepat perbaikan akses listrik di wilayah bencana.

Untuk memulihkan pasokan listrik dari pembangkit di Arun dan Naganraya, PT PLN (Persero) akan mulai memasang tower listrik emergency yang dapat dibangun hanya dalam waktu dua hari, kemudian dilanjutkan penyambungan kabel listrik yang rusak.

Dia menargetkan pemulihan listrik di Banda Aceh dan Aceh Bagian Barat selesai paling cepat pada Jumat 5 Desember atau Sabtu 6 Desember mendatang.

"Berdasarkan data PLN, sebanyak 12 tower transmisi pada beberapa jalur SUTT 150 kV mengalami kerusakan, mencakup jalur Bireuen-Arun, Brandan-Langsa, serta Peusangan-Bireuen," sambung dia.

Kerusakan ini menyebabkan gangguan pasokan listrik di sejumlah wilayah, termasuk Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Lhokseumawe, Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Timur, Langsa, Aceh Tamiang, hingga Aceh Selatan dan Aceh Singkil.

Progres pemulihan ketenagalistrikan hingga hari ini menunjukkan perkembangan signifikan.

Dari total 263 penyulang yang padam, sebanyak 153 penyulang (58,2 persen) telah kembali normal.

Sementara itu, 6.844 dari 9.669 gardu distribusi (70,8 persen) telah menyala kembali.

Beban listrik yang pulih mencapai 173,05 MW (69,8 persen), dengan jumlah pelanggan kembali menikmati listrik sebanyak 727.735 pelanggan (69,7 persen).