Bagikan:

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) melaporkan jika tujuh anak usaha hulunya masuk dalam daftar 10 perusahaan penghasil minyak terbesar di Indonesia yang dirilis oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas).

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan, bisnis migas tetap menjadi andalan dalam memperkuat ketahanan energi nasional sehingga Pertamina terus melakukan inovasi dan improvisasi untuk meningkatkan kinerja hulu migas.

Di tengah tekanan parameter global dan penurunan laju produksi migas alami (declining natural rate), Pertamina mencatatkan produksi migas sebesar 1.032 juta barel setara minyak, sampai dengan bulan Oktober 2025.

“Di sisi operasional produksi migas tetap terjaga di atas 1 juta barrel setara minyak. Ini tentunya menunjukkan komitmen Pertamina dalam menjaga ketahanan energi dan memberi nilai terbaik bagi Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Baron, Jumat, 28 November.

Dalam daftar Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) 7 anak usaha Pertamina yang masuk dalam 10 perusahaan penghasil minyak terbesar di Indonesia sebagai berikut:

- Exxon Mobil Cepu Ltd (PI Pertamina 45 persen) 153.900 bph

- Pertamina Hulu Rokan (151.02 bph), ⁠

- Pertamina EP (68.497 bph),

- Pertamina Hulu Energi ONWJ (25.501 bph),

- Pertamina Hulu Mahakam (23.639 bph),

- Pertamina Hulu Energi OSES (17.177 bph),

- Pertamina Hulu Sanga-Sanga (13.105 bph)

Secara nasional, Pertamina mengelola 24 persen blok migas yang berkontribusi terhadap produksi minyak sebesar 69 persen dan gas 37 persen dari total produksi nasional.