Bagikan:

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan badan usaha (BU) pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Vivo hampir sepakat membeli base fuel dari Pertamina Patra Niaga.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan, Vivo berencana membeli base fuel sebesar volume sekitar 100.000 barel.

“Sedang bernegosiasi dengan badan usaha Patra Niaga dan kemarin memang kami mendapatkan info bahwa Vivo sudah mendekati,” ujar Laode, Jumat, 7 November

Laode menambahkan, badan usaha lain seperti Shell masih berproses. Untuk itu, dirinya mengaku masih akan kembali bertemu dengan Shell untuk membahas kesepakatan pembelian BBM.

Adapun hingga saat ini baru BP AKR yang telah mencapai kata sepakat untuk membeli base fuel milik pertamina.

Asal tahu saja, pasokan BBM di SPBU Vivo sudah mengalami kekosongan sejak Oktober yang lalu.

Dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XII DPR RI, Direktur Vivo Leonard Mamahit mengatakan stok BBM miliknya hanya akan bertahan hingga pertengahan bulan Oktober.

Adapun stok BBM yang tersisa adalah Revvo 92 atau setara dengan Pertamax milik Pertamina.

Sedangkan BBM Revvo 95 dan Revvo 90 sudah mengalami kekosongan stok.

"Saat ini tinggal Revvo 92 yang akan habis di pertengahan Oktober. Yang Revvo 90 sama 95 sudah habis," jelas Leonard dalam RDP pada 1 Oktober yang lalu.