JAKARTA - Aktivitas konsumsi masyarakat diperkirakan meningkat pada kuartal IV 2025. Berdasarkan Mandiri Spending Index (MSI) per 19 Oktober 2025, tingkat konsumsi domestik terus menunjukkan penguatan di awal kuartal terakhir tahun ini, seiring meningkatnya kepercayaan konsumen dan membaiknya belanja barang tahan lama.
Laporan yang diterbitkan oleh Office of Chief Economist Bank Mandiri mencatat, indeks MSI mencapai 290,5 atau naik 2,3 persen secara mingguan (week-on-week/WoW), melanjutkan pertumbuhan minggu sebelumnya sebesar 2,9 persen.
Secara tahunan (year-on-year/YoY), rata-rata pertumbuhan belanja selama tiga minggu pertama Oktober tercatat 34,5 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata kuartal III 2025 yang hanya 28,7 persen.
“Ke depan, kami perkirakan kombinasi antara meningkatnya kepercayaan masyarakat, berbagai program diskon akhir tahun yang dilakukan peritel, dan dukungan stimulus pemerintah, akan mendorong belanja masyarakat tumbuh lebih tinggi pada kuartal IV 2025,” demikian tertulis dalam laporan tersebut, dikutip Minggu, 2 November.
Laporan itu juga menilai, kenaikan konsumsi pada Oktober menjadi titik awal pemulihan belanja rumah tangga.
Mandiri Institute mencatat, pertumbuhan MSI bulanan terhadap posisi awal tahun sempat melambat pada kuartal III 2025, dari 23 persen pada Juli, turun menjadi 17 persen di Agustus, dan 14 persen pada September. Namun kini, pertumbuhan kembali meningkat menjadi 29 persen.
Kenaikan konsumsi pada Oktober terutama ditopang oleh peningkatan belanja barang tahan lama (durable goods) yang tumbuh 1,5 poin persentase dibandingkan bulan sebelumnya.
Sementara itu, kelompok barang esensial yang memiliki porsi belanja terbesar, yakni 17,6 persen, masih menunjukkan pertumbuhan stabil sebesar 1,4 persen WoW.
Peningkatan konsumsi barang tahan lama juga tercermin dari lonjakan belanja handphone atau gawai yang tumbuh 7,8 persen WoW, diikuti perangkat elektronik sebesar 7,6 persen dan peralatan rumah tangga sebesar 5,9 persen.
Mandiri Institute melaporkan, peningkatan paling signifikan dalam belanja gawai terjadi pada Generasi Z dan Milenial, dengan pertumbuhan masing-masing 339 persen YoY dan 210 persen YoY pada periode September–Oktober 2025. Lonjakan ini berkaitan dengan peluncuran sejumlah produk baru seperti iPhone 17 dan Vivo X300.
Secara wilayah, peningkatan konsumsi terjadi hampir di seluruh Indonesia. Sulawesi mencatat pertumbuhan mingguan tertinggi sebesar 4,2 persen, disusul Bali–Nusa Tenggara (2,6 persen), Kalimantan (2,5 persen), Jawa (2,3 persen), Sumatra (1,7 persen), dan Maluku–Papua (1,4 persen).
Khusus di Kalimantan, kenaikan belanja didorong oleh peningkatan harga batu bara sejak awal September 2025, sementara di Bali–Nusa Tenggara, pengeluaran masyarakat tetap kuat seiring musim puncak wisata.
BACA JUGA:
Laporan MSI juga menunjukkan adanya perbedaan perilaku konsumsi antar kelompok pendapatan. Kelompok berpendapatan rendah masih berfokus pada kebutuhan pokok, sedangkan kelas menengah menunjukkan kombinasi antara belanja esensial dan gaya hidup, menandakan kecenderungan belanja impulsif.
Adapun kelompok berpendapatan tinggi mulai meningkatkan pengeluaran untuk barang tahan lama, menunjukkan optimisme konsumsi yang semakin kuat.
Sejalan dengan itu, pergerakan indeks tabungan per 30 September 2025 tercatat sebesar 72,8 untuk kelompok bawah, 101,1 untuk kelompok menengah, dan 94,4 untuk kelompok atas.