Bagikan:

JAKARTA - PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) mencatatkan pertumbuhan laba bersih periode berjalan konsolidasian sebesar 21 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (yoy), mencapai Rp2,8 triliun.

Direktur Utama Danamon, Daisuke Ejima menjelaskan, pertumbuhan profitabilitas ini ditopang dengan penurunan konsisten pada biaya kredit, bersamaan dengan pertumbuhan yang sehat pada pemberian pinjaman dan penghimpunan dana.

Dalam aspek intermediasi, per 30 September 2025, Danamon mencatatkan total kredit dan trade finance1 konsolidasian sebesar Rp196,2 triliun, tumbuh 5 persen yoy.

"Pertumbuhan total kredit dan trade finance ditopang pertumbuhan 9 persen pada kredit lini bisnis Enterprise Banking and Financial Institution, 12 persen pada lini bisnis Consumer Banking, beserta dengan pertumbuhan 6 persen pada kredit lini bisnis SME Banking," ujar Ejima, dikutip Jumat, 31 Oktober.

Pada sisi penghimpunan dana, total simpanan pihak ketiga yang dihimpun konsolidasian sebesar Rp170,3 triliun, tumbuh 14 persen year-on-year. Dari jumlah tersebut, jumlah pendanaan granular2 yang dihimpun tumbuh sebesar 4 persen year-on-year.

Dalam aspek profitabilitas, untuk periode kuartal III, Danamon mencatatkan pendapatan operasional konsolidasian sebesar Rp14,4 triliun, tumbuh 1 persen year-on-year. Dengan beban operasional yang stabil dibanding tahun sebelumnya, pendapatan operasional sebelum pencadangan (pre-provision operating profit atau PPOP) tumbuh 2 persen year-on-year menjadi Rp6,4 triliun.

Dengan penurunan biaya kredit yang konsisten sebesar 18 persen year-on-year, Danamon mencatatkan laba bersih konsolidasian3 sebesar Rp2,8 triliun, tumbuh 21 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dalam aspek rentabilitas, Danamon membukukan margin bunga bersih (NIM) 9M2025 sebesar 6,9 persen.

Capaian profitabilitas dan pertumbuhan bisnis tersebut diiringi dengan kualitas aset yang tetap terjaga. Rasio loan-at-risk (LAR), dengan turut memperhitungkan penundaan pembayaran sebagai akibat dari pandemi COVID-194, membaik 250 basis poin year-on-year mencapai 9,0 persen.

"Rasio cakupan NPL (NPL coverage ratio) mencapai 274.9 persen, meningkat 260 basis poin year-on-year. Rasio NPL bruto membaik 20 basis poin year-on-year mencapai 1,8 persen," lanjut dia.

Kinerja positif Danamon juga ditopang oleh permodalan yang kuat, di mana rasio kecukupan modal (CAR) konsolidasian Danamon mengalami peningkatan sebesar 50 basis poin yoy menjadi 26,6 persen. Danamon juga mencatatkan rasio kecukupan likuiditas (liquidity coverage ratio), sebesar 145.7 persen dan net stable funding ratio (NSFR) sebesar 123,2 persen