Bagikan:

JAKARTA - Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengklaim bahwa Koperasi Desa Merah Putih Metuk di Boyolali, Jawa Tengah, sudah beroperasi secara optimal.

Bahkan, sudah mengantongi omzet mencapai Rp200 juta selama beroperasi 10 hari sejak diresmikan.

“Kemarin saya baru saja dari Boyolali yang sudah beroperasi bagus sekali. Pendapatannya sekarang juga sudah sepuluh hari sejak dibuka, sudah Rp200 jutaan,” kata Ferry ditemui di kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin, 27 Oktober.

Kopdes Merah Putih Metuk memiliki lebih dari 700 anggota dan mengelola berbagai unit usaha seperti gerai sembako, apotek, klinik, gerai kantor, toko pertanian, serta gudang logistik.

“Udah jalan semuanya, bahkan punya klinik gigi, punya macam-macam,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Koperasi Ferry Juliantono meresmikan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Metuk, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Minggu, 26 Oktober.

Ferry mengatakan peresmian Kopdes Merah Putih Metuk menjadi bukti bahwa koperasi adalah alat perjuangan yang kecil-kecil kalau di gabungkan menjadi besar.

“Pembangunan fisik Kopdes Merah Putih Metuk telah melampaui standar yang sudah ditentukan,” ucap Ferry.

Ferry menyampaikan apresiasi atas semangat gotong royong warga Desa Metuk dalam membentuk koperasi ini. Semakin banyak masyarakat desa bergabung menjadi anggota koperasi, semakin banyak manfaat yang akan kembali ke masyarakat sendirinya.

 “Inilah bukti sebenarnya ekonomi gotong-royong, ekonomi pancasila. Gotong adalah melaksanakan kegiatan secara bersama-sama. Sedangkan royong adalah membagi manfaat untuk bersama-sama,” tegas Ferry.

Menkop juga meminta agar Kopdes Merah Putih Metuk dapat memetakan kebutuhan masyarakat sekitar dan potensi desa yang dapat dikembangkan.

“Koperasi ini juga berpotensi mengembangkan komoditas unggulan desa, antara lain seperti obat atau jamu tradisional seperti Calung yang mengandung ekstrak Lumbricus Rubellus khas Desa Metuk, sayuran dataran menengah, dan padi lahan basah. Tentunya hal ini bisa membantu masyarakat dan membangun ekosistem dengan lingkungan sekitar,” kata Ferry.