Bagikan:

YOGYAKARTA – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) diharapkan mampu memanfaatkan bahan pangan lokal. Hal itu tidak hanya berdampak pada keberhasilan program MBG sendiri, namun memperkuat swasembada pertanian. Sayangnya pemanfaatan bahan pangan lokal dalam program MBG belum sepenuhnya terlaksana. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) perlu mempertimbangkan apa saja tantangan pemanfaatan pangan lokal dalam MBG untuk memperkuat swasembada pertanian.

Tantangan Pemanfaatan Pangan Lokal dalam MBG

Pemanfaatan bahan pangan lokal dalam program MBG sangat memungkinkan terjadi. Namun, ada tantangan yang harus dihadapi oleh para pelaksananya. Tantangan tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek produksi, namun pada distribusi, pengelolaan, dan masih banyak faktor lain.

Berikut ini beberapa tantangan yang perlu dihadapi dalam program MBG dalam memanfaatkan bahan pangan lokal.

  1. Distribusi dan Infrastruktur

Distribusi bahan pangan akan jadi hambatan jika tidak dilakukan secara efisien. Kondisi itu tetap terjadi meski hasil panen lokal melimpah. Dampaknya tidak hanya pada kegagalan pelaksanaan program MBG, namun pada kelangkaan bahan pangan lokal.

  1. Kesiapan Produksi

Pemerintah perlu memperhatikan segala aspek yang berkaitan dengan produksi, khususnya para petani atau peternak. Mereka harus diedukasi sesuai standar yang layak. Edukasi juga mencakup manajemen hasil panen. Jika kesiapan produksi tidak diperhatikan dengan baik, kegagalan jadi ancaman yang mutlak.

  1. Kesadaran Atas Pangan Lokal yang Rendah

Pemanfaatan bahan lokal dalam program MBG juga diharapkan mampu membangkitkan minat masyarakat terhadap masakan lokal. Sayangnya kedua hal tersebut saling berkelindan. Jika kesadaran penerima MBG terhadap pangan lokal rendah, masakan yang tersaji dalam program dikhawatirkan justru terbuang. Tantangan ini perlu diperhatikan jauh-jauh hari.

  1. Limbah Pangan

Limbah pangan adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari, terutama jika penggunaan bahan pangan lokal dilakukan. Fenomena ini bahkan bisa lebih parah mengingat bahan pangan lokal perlu proses lebih panjang dibanding bahan pangan jadi. Imbas limbah pangan ini bisa cukup luas sehingga perlu diantisipasi dengan baik.

  1. Pengelolaan SDM dan Infrastruktur Pendukung

MBG adalah program yang dijalankan di seluruh wilayah di Indonesia. Jika program tersebut mengandalkan bahan pangan lokal, kesiapan SDM dan infrastruktur pendukung di tiap daerah perlu dipertimbangkan. Pemanfaatan bahan pangan lokal perlu proses produksi yang sangat panjang. Kesiapan SDM dalam mengelola produksi itu perlu diperhatikan dengan serius.

  1. Ketersediaan dan Kesiapan Lahan

Pemanfaatan bahan pangan lokal dalam program MBG tentu membutuhkan lahan. Kesiapan lahan itu tentu tidak dimiliki semua wilayah di Indonesia. Jakarta misalnya, lahan yang dapat diubah jadi lahan pertanian dan peternakan tentu lebih terbatas.

Itulah informasi terkait tantangan pemanfaatan pangan lokal dalam MBG. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.