YOGYAKARTA - Jenis-jenis Letter of Credit (L/C) penting dipahami oleh pelaku bisnis ekspor impor untuk menjamin keamanan transaksi internasional. Setiap jenisnya memiliki fungsi dan mekanisme berbeda yang membantu melindungi kepentingan eksportir maupun importir.
Melalui sistem Letter of Credit, pembayaran dapat dilakukan dengan lebih terjamin karena melibatkan bank sebagai pihak penengah. Artikel ini akan membahas berbagai jenis L/C, cara kerjanya, serta contoh penerapannya dalam dunia perdagangan global.
Apa itu Letter of Credit?
Letter of Credit (L/C) atau surat kredit adalah jaminan pembayaran dari bank pembeli kepada eksportir setelah barang dikirim dan dokumen lengkap diserahkan. Instrumen ini berfungsi melindungi kedua pihak dalam transaksi ekspor impor.
Nah, dengan adanya L/C, eksportir memperoleh kepastian pembayaran, sementara importir mendapatkan jaminan bahwa pembayaran hanya dilakukan setelah kewajiban pengiriman terpenuhi.
Sistem ini membuat perdagangan internasional lebih aman, terutama saat bertransaksi dengan mitra baru atau negara berisiko tinggi.
Untuk informasi lebih lengkap, baca artikel yang pernah ditulis VOI dengan judul Pengertian Letter of Credit dalam Perdagangan Internasional,
Jenis-jenis Letter of Credit yang Paling Umum
Dilansir dari laman investopedia, berikut ini adalah beberapa jenis Letter of Credit yang paling sering digunakan dalam transaksi perdagangan internasional (Daftar ini tidak mencakup semua jenis yang ada, tetapi mencakup bentuk-bentuk yang paling umum digunakan):
-
Irrevocable Letter of Credit (Surat Kredit Tak Dapat Dibatalkan)
Jenis ini paling sering digunakan dibandingkan dengan revocable letter. Dalam jenis ini, perubahan atau pembatalan tidak dapat dilakukan tanpa persetujuan semua pihak yang terlibat.
Poin plus irrevocable L/C adalah dapat memberikan tingkat keamanan tinggi bagi penjual maupun pembeli karena tidak bisa diubah atau dibatalkan sepihak.
-
Revocable Letter of Credit (Surat Kredit Dapat Dibatalkan)
Berbeda dengan jenis sebelumnya, revocable letter of credit memungkinkan bank penerbit untuk mengubah atau membatalkan kredit tanpa persetujuan penerima manfaat. Namun jenis ini jarang digunakan karena berisiko tinggi bagi eksportir dan tidak diatur dalam ketentuan UCP.
-
Confirmed Letter of Credit (Surat Kredit Terkonfirmasi)
Dalam jenis ini, terdapat konfirmasi tambahan dari bank lain selain bank penerbit, atau biasanya bank pihak penjual. Bank ini memberikan jaminan pembayaran tambahan, sehingga eksportir memiliki perlindungan ganda.
Jenis ini cocok digunakan jika eksportir tidak sepenuhnya percaya pada bank penerbit di negara pembeli.
-
Unconfirmed Letter of Credit (Surat Kredit Tidak Terkonfirmasi)
Jenis ini hanya dijamin oleh bank penerbit tanpa konfirmasi dari bank lain. Biayanya lebih rendah bagi pembeli, namun keamanannya lebih kecil bagi penjual karena bergantung sepenuhnya pada reputasi bank penerbit.
-
Standby Letter of Credit (Surat Kredit Siaga)
Berbeda dari L/C lainnya, standby letter of credit berfungsi seperti jaminan atau asuransi. Jika pihak penerima tidak mendapatkan pembayaran sesuai kesepakatan, surat kredit ini bisa dicairkan. Umumnya digunakan dalam proyek konstruksi, perdagangan internasional, atau transaksi komersial besar.
-
Transferable Letter of Credit (Surat Kredit Dapat Dialihkan)
Jenis ini memungkinkan penerima (penjual) memindahkan sebagian atau seluruh nilai kredit kepada pihak lain. Biasanya digunakan ketika penjual menggunakan pemasok atau subkontraktor untuk memenuhi pesanan.
-
Revolving Letter of Credit (Surat Kredit Bergulir)
Surat kredit ini digunakan untuk transaksi berulang dalam periode tertentu. Pembeli dapat melakukan beberapa kali penarikan hingga batas yang telah ditentukan. Jenis ini cocok untuk hubungan bisnis jangka panjang dengan pengiriman rutin.
-
Red Clause Letter of Credit (Surat Kredit Klausul Merah)
Terakhir, jenis ini memberikan kesempatan bagi penjual untuk menerima pembayaran sebagian di muka sebelum barang dikirim. Dana awal ini dapat digunakan untuk membiayai produksi atau pembelian bahan baku ekspor, terutama jika barang bersifat khusus atau bernilai tinggi.
Selain pembahasan mengenai pengertian letter of credit, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di VOI, untuk mendapatkan kabar terupdate jangan lupa follow dan pantau terus semua akun sosial media kami!