JAKARTA - CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, memastikan bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) tidak sembarangan menyalurkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun yang ditempatkan di perbankan.
Rosan menegaskan, setiap penggunaan dana tersebut dilakukan dengan prinsip kehati-hatian dan evaluasi ketat.
“Kita juga selalu hati-hati. Ini kan dana masyarakat, dana pemerintah, kita selalu hati-hati dan mengevaluasi,” ujar Rosan usai menghadiri acara Forbes Global CEO Conference 2025 di Jakarta, Selasa, 14 Oktober.
Kata Rosan, perbankan memiliki kriteria tersendiri dalam memberikan penyaluran kredit. Dia juga menyinggung soal pemberian kredit perbankan yang biasanya dikaitkan dengan jangka waktu pinjaman.
“Itu kan dari perbankan juga punya kriteria masing-masing. Ada sebulan, ada yang bisa lebih. Yang penting asas kehati-hatian kita junjung,” ucap Rosan.
Di sisi lain, Rosan juga menyoroti penempatan dana bersifat deposit on call (DOC) yang memiliki tenor selama enam bulan. Menurut dia, jangka waktu tersebut cukup pendek bagi proyek jangka panjang.
“Harapannya tentunya pinjamannya tidak hanya enam bulan. Harapannya ini bisa panjang,” ujarnya.
BACA JUGA:
Selain itu, Rosan berharap, suku bunga penempatan dana bisa lebih rendah dari saat ini yang berada di kisaran 3,8 persen.
Kata dia, penurunan suku bunga tersebut akan mampu mendongkrak sektor UMKM maupun koperasi.
“Misalnya kayak Bank Mandiri average dari perbankan kita kan kalau deposito ya itu 2,44 persen. Jadi harapannya bisa lebih rendah dari itu sehingga kita bisa memberikan rate yang lebih rendah lagi kepada UMKM. Jadi ekonomi kan bisa jadi lebih bergerak,” tuturnya.