Bagikan:

JAKARTA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) menggandeng PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan anak usahanya, PT Reska Multi Usaha (KAI Services), untuk membuka akses pasar bagi produk pangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar bisa masuk ke jaringan bisnis KAI.

Langkah ini diwujudkan lewat business matching antara KAI dan 25 UMKM pangan kemasan yang telah dikurasi oleh Kemendag. Kegiatan berlangsung di Auditorium Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa, 30 September.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Iqbal S. Shofwan mengatakan sinergi ini menjadi bagian dari upaya memperluas pemasaran produk UMKM pangan kemasan lokal, khususnya di pasar captive milik KAI Services.

“Kali ini fokus perluasan diarahkan ke pasar captive market KAI Services, yang mencapai 16 juta penumpang inter-city per bulan,” ujar Iqbal dalam keterangan resmi, Senin, 6 Oktober.

Produk yang ditampilkan UMKM meliputi makanan ringan, minuman siap saji, hingga bumbu masak. Iqbal berharap produk unggulan tersebut bisa segera hadir di berbagai gerbong dan fasilitas bisnis KAI Services, seperti Loko Cafe, Loco Cafe Go, Gerbong Oleh-Oleh, dan on-train restaurant.

“Kami berharap, produk-produk unggulan ini dapat segera dinikmati oleh seluruh penumpang kereta api,” kata Iqbal.

Iqbal bilang selain memperluas distribusi, kolaborasi ini juga dinilai menjanjikan karena pasar makanan domestik terus tumbuh. Berdasarkan proyeksi Kemendag, sektor makanan akan tumbuh rata-rata 6,88 persen per tahun pada 2025–2030, dengan potensi pendapatan mencapai 353,7 juta dolar AS pada 2025.

“Kolaborasi Kemendag dan KAI Services memberikan peluang besar bagi UMKM pangan kemasan untuk mengisi pasar dalam negeri yang cukup besar tersebut,” ujar Iqbal.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama KAI Services, Ririn Widi Astutik menyambut baik kerja sama strategis dengan Kemendag. Ia mengapresiasi kerja sama ini sebagai upaya menghadirkan keanekaragaman produk UMKM khas Indonesia di dalam stasiun maupun di dalam gerbong kereta.

Ririn bilang inisiatif ini dapat didorong untuk menjadi sebagai ikon baru saat penumpang menikmati perjalanan panjang yang nyaman.

“UMKM mampu memperoleh akses pasar yang lebih luas melalui penjualan di atas kereta (sales on train), kafe, dan niaga elektronik (e-commerce), sehingga mampu menjembatani kebutuhan pelanggan KAI akan produk pangan kemasan yang berkualitas, memiliki citra rasa tinggi, serta sesuai dengan preferensi konsumen,” ungkap Ririn.