JAKARTA - Astra Infra, yang dinaungi oleh PT Astra International Tbk (ASII) menyebut, penurunan suku bunga membantu meringankan beban pendanaan proyek jalan tol.
Pasalnya, struktur pembiayaan perusahaan sangat bergantung pada utang, dengan porsi mencapai 70 persen lewat pinjaman perbankan maupun obligasi, sementara 30 persen sisanya berasal dari ekuitas.
Group Chief Financial Officer Astra Infra Halim Wahjana mengatakan, tren suku bunga lebih rendah akan berdampak signifikan terhadap biaya bunga, sehingga memperlonggar ruang perusahaan untuk mengelola arus kas.
"Kalau tadinya ada beban bunga cukup besar, alhamdulillah penurunan bunga ini tentu akan membantu," ujar Halim dalam acara Astra Media Day 2025 di Jakarta, Selasa, 23 September.
Meski begitu, Halim menekankan, fokus utama tetap menjaga arus kas perusahaan.
Dengan arus kas sehat, Astra Infra bisa membiayai operasional secara berkelanjutan sekaligus memiliki kapasitas untuk ekspansi.
"Sebetulnya kalau kami mau ekspansi, kami memiliki capacity. Tapi juga kalau kami melakukan operation, kami akan bisa membiayai biaya operasional itu," pungkasnya.
BACA JUGA:
Adapun panjang tol kelolaan Astra Infra mencapai 396 kilometer (km). Tol ini terletak di Trans Jawa dan Metro.
Rinciannya, di Trans Jawa meliputi Tol Tangerang–Merak (72,5 kilometer), Cikopo–Palimanan atau Cipali (116,8 kilometer) dan Semarang–Solo (72,6 kilometer).
Lalu, ada Tol Jombang–Mojokerto (40,5 kilometer), Surabaya–Mojokerto (36,3 kilometer) dan Pandaan–Malang (38,5 kilometer).
Sementara untuk tol di kawasan metro atau Jabodetabek sendiri meliputi ruas Kunciran–Serpong atau JORR 2 (11,1 kilometer) dan Ulujami–Kebon Jeruk atau JORR 1 (7,7 kilometer).