Bagikan:

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan sektor pertanian menjadi salah satu sumber penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional serta berperan menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Ia menyampaikan dengan pertumbuhan sebesar 1,65 persen (yoy) pada Kuartal II-2025, sektor pertanian pada Februari 2025 juga tercatat mampu menyerap sekitar 28,53 persen dari total tenaga kerja nasional atau setara 41,60 juta orang.

“Perlu strategi terpadu yang tidak hanya menjaga produksi, tetapi juga memperkuat rantai nilai hortikultura, mulai dari pembinaan petani, riset varietas unggul, hingga akses pasar ekspor,” tuturnya dalam keterangannya, dikutip Minggu, 21 September.

Lebih lanjut, Airlangga juga mendorong TSTH2 untuk dapat menjadi pusat riset penelitian bibit unggul pertanian dan sebagai lokasi budidaya tanaman hortikultura berskala internasional.

Ia berharap dengan adanya keterlibatan dari industri makanan-minuman (mamin), dapat menjadi langkah awal penjajakan potensi kolaborasi bersama dengan petani, khususnya untuk komoditas kentang dan kedelai hitam.

“Kita berharap banyak dengan hilirisasi pertanian, dan sudah tepat tidak bisa ada hasil pertanian yang baik tanpa teknologi ataupun riset di pembibitan. Gnome sequencing is the new thing," jelasnya.

Airlangga menyampaikan terdapat dua hal yang akan didorong oleh Kemenko Perekonomian dan diharapkan dapat menjadi keunggulan ke depannya, yakni yang gnome sequencing, serta AI dan semikonduktor.

Lebih jauh, ia menyampaikan bahwa hortikultura juga didorong untuk dapat mendukung perkembangan industri mamin, kesehatan, serta herbal.

Menurutnya dengan populasi besar dan selera pasar yang beragam, total nilai pasar industri mamin di Indonesia mencapai 109,9 miliar dolar AS pada periode 2024-2025.

Selain itu, sektor mamin juga mampu berkontribusi sebesar 7,2 persen terhadap PDB nasional dan merupakan subsektor terbesar dengan kontribusi 41,5 persen terhadap PDB industri non migas.

“Untuk itu, kami mengapresiasi dibangunnya TSTH2 di Humbang Hasundutan supaya dapat mendorong kemandirian pangan nasional dan hilirisasi SDA unggulan. Harapannya, kawasan ini dapat mendukung riset dan hilirisasi produk pertanian, khususnya herbal dan hortikultura, sebagai bahan baku industri farmasi dan juga industri mamin,” jelasnya.

Airlangga menyampaikan terkait dengan program Link and Match antara Sektor Industri dan Pertanian yang digagas Kemenko Perekonomian, hal ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, mendorong hilirisasi berbasis sumber daya lokal, dan meningkatkan kesejahteraan petani melalui kemitraan terpadu.

“Tentu saya berharap bahwa TSTH ini betul-betul bisa mengembangkan gnome sequencing dan juga untuk produk yang bisa nanti langsung link and match dengan industrinya. Kami akan terus dorong industri yang membutuhkan bahan baku agro untuk terus mengembangkan bibitnya,” pungkasnya.