JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan produksi tembaga Freeport anjlok menjadi hanya sebesar 30 persen imbas longsor yang terjadi di Grasberg Block Cave (GBC), Papua Tengah.
Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno mengatakan, meski terdapat penyetopan sementara produksi tambang GBC, produksi di tambang Freeport lain masih berjalan normal.
"Produksi pasti berdampak. Sementara ini produksi (GBC) berhenti. Tapi turun mungkin cuma 30 persen-nya lah," ujar Tri kepada awak media, Senin, 15 September.
Tri melanjutkan, hingga saat ini PT Freeport Indonesia masih terus melakukan upaya pencarian terhadap 7 pekerja yang terjebak di dalam terowongan. Adapun proses yang saat ini dilakukan adalah mengeluarrkan material-material yang menutupi jalur evakuasi.
"Belum, belum (ditemukan). Masih diupayakan. Masih diupayakan," imbuh Tri.
BACA JUGA:
Tri juga menyebut jika dari tujuh pekerja yang terjebak di tambang bawah tanah. dua di antaranya merupakan warga negara asing (WNA) dengan rincian satu WN Cile dan satu WN Afrika Selatan.
Sementaara lima lainnya merupakan warga negara Indonesia.
"Ada WNA. 1 Chile, 1 Afrika Selatan, yang 5 Indonesia. Tapi udah untuk komunikasi sama kedutaan masing-masing," beber Tri.