Bagikan:

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, PT Freeport Indonesia (PTFI) belum mengajukan revisi atas Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).

Hal ini menyusul kejadian longsor di tambang bawah tanah di Grasberg Block Cave (GBC), Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

“Sampai sekarang kami belum ada revisi RKAB ya, untuk Freeport. Belum ada,” ujar Bahlil kepada awak media usai menghadiri Minerba Convex 2025 di Jakarta, Rabu, 15 Oktober.

Bahlil menyebut, saat ini PTFI masih menata ulang pascakejadian longsor.

Tak hanya itu, pemerintah dan Freeport tengah mengevakuasi agar kejadian longsor tidak terjadi di kemudian hari.

“Kita doakan agar apa yang dilakukan sekarang untuk penataan pascamusibah, bisa segera selesai,” kata Bahlil.

Pascakejadian longsor di tambang bawah tanah, Freeport kemudian menghentikan sementara aktivitas pertambangannya hingga waktu yang belum ditentukan.

Dengan terhentinya kegiatan pertambangan ini, Bahlil memastikan akan berpengaruh pada produksi serta pasokan tembaga ke smelter PTFI di Gresik.

"Dengan demikian maka, saya punya keyakinan, akibat supply konsentratnya belum sampai maksimal, pasti smelternya tergangg," sambung dia.

Sebelumnya Freeport Mc-MoRan (FCX) melaporkan, dalam insiden longsor di GBC, terdapat aliran material basah sebesar 800.000 yang berasal dari bekas tambang terbuka Grasberg.

Material longsor tersebut dengan cepat menyebar ke beberapa tingkat tambang, termasuk tingkat layanan tambang tempat ketujuh karyawan melakukan kegiatan pengembangan.

Freeport juga mengungkapkan jika operasional tambang bawah tanah GBC baru akan kembali normal pada tahun 2027.