JAKARTA - Freeport-McMoRan Inc (FCX) melaporkan, longsor yang terjadi di tambang bawah tanah milik PTFI, Grasberg Block Cave (GBC) menyebabkan penurunan produksi emas dan tembaga pada kuartal IV-2025.
Disebutkan jika produksi emas PT Freeport Indonesia pada kuartal IV tercatat sebesar 61.000 ounces dibandingkan dengan produksi emas pada kuartal IV 2024 sebesar 428.000 ounces.
Tembaga PTFI pada kuartal IV 2025 sebesar 49 juta pon, turun 89 persen apabila dibandingkan dengan produksi tembaga pada kuartal IV 2024 sebesar 429 juta pon.
Apabila dibandingkan data produksi per tahun, terjadi penurunan sebesar 43,6 persen, yakni dari 1.800 juta pon sepanjang tahun 2024, menjadi 1.015 juta pon sepanjang 2025.
Manajemen FCX melaporkan jika pada tingkat pengoperasian normal, tambang bawah tanah PTFI dapat memproduksi sekitar 1,7 miliar pon tembaga dan 1,3 juta ounces emas per tahun.
Asal tahu saja, total produksi tembaga sepanjang tahun 2025 sebesar 1,1 miliar pound. Angka ini jauh lebih rendah jika dibandingkan produksi tahun 2024 yang tercatat sebesar 1,8 miliar pund.
Sementara itu, produksi emas sepanjang tahun 2025 tercatat sebesar 937.000 ounces jika dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 1,86 miliar ounces.
Sejalan dengan penurunan produksi, angka penjualan tembaga juga mengalami penurunan menjadi 1,2 miliar pound jika dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 1,6 miliar pound.
Sedangkan penjualan emas tercatat sebesar 1,05 miliar ounces jika dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 1,8 miliar ounces
BACA JUGA:
Manajemen FCX juga menargetkan GBC kembali berproduksi pada kuartal II 2026 yang dimulai dari aktivitas pertambangan di Blok 2 dan Blok 3, serta rencana beroperasi kembalinya Blok 1 pada 2027.
Berdasarkan estimasi tersebut, Freeport Indonesia menargetkan sekitar 85 persen dari total produksi normal akan pulih kembali pada Semester II 2026.