JAKARTA - Tujuh gerbang tol (GT) terdampak aksi demonstrasi pada akhir Agustus 2025 lalu dipastikan telah ditangani dengan cepat.
Dikutip dari unggahan di akun Instagram resmi Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) @pupr_bpjt, Kamis, 11 September, perbaikan dan pengoperasian kembali gerbang-gerbang tersebut merupakan upaya komitmen untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas dan memberikan kenyamanan layanan bagi masyarakat pengguna jalan.
"Seluruh gerbang tol yang sebelumnya menggunakan mobile reader kini telah dibuka dan beroperasi dengan Gardu Tol Otomatis (GTO), sehingga proses transaksi menjadi lebih cepat," tulis BPJT.
Sebelumnya, sebanyak tujuh GT itu difungsikan sementara menggunakan mobile reader sebagai moda transaksi. BPJT bilang, perbaikan GTO dilakukan secara bertahap dan masif, sehingga seluruh GT terdampak dapat digunakan dan memperlancar lalu lintas.
Adapun tujuh GT yang terdampak itu, antara lain GT Senayan; GT Kuningan 1; GT Semanggi 1; GT Semanggi 2; GT Slipi 1; GT Slipi 2; dan GT Pejompongan.
"Layanan tetap dimonitor untuk menjaga kelancaran arus kendaraan dan kenyamanan pengguna jalan," imbuhnya.
Sebelumnya, PT Jasa Marga (Persero) Tbk atau JSMR mengalokasikan anggaran sebesar Rp80 miliar untuk memperbaiki gerbang tol di bawah pengelolaan yang rusak akibat aksi demonstrasi pada akhir Agustus lalu.
Perbaikan tersebut juga dilakukan termasuk untuk tujuh gerbang tol yang dibakar massa.
Hal itu disampaikan oleh Direktur Utama Jasa Marga Rivan Achmad Purwantono saat meninjau Gerbang Tol (GT) Pejompongan, Jakarta, bersama Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo, Selasa, 2 September.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengaku sudah menawarkan bantuan sebanyak tiga kali kepada Jasa Marga, namun ditolak.
"Kemarin kami perhitungkan sekitar Rp80 miliar, perbaikannya sudah dimulai. Jadi Minggu sudah bisa masuk. Hari ini yang kami lihat di belakang sudah termasuk hari-hari pembersihan," ujar Rivan.
BACA JUGA:
Rivan memastikan upaya perbaikan itu sudah masuk ke dalam perencanaan keuangan.
Menurut dia, hal terpenting adalah pelayanan masyarakat bisa dilakukan secara lebih cepat.